Tips Menulis Puisi Remaja

Tips Menulis Puisi Remaja

373
0
SHARE
Source image: google

Kata salah seorang teman, menulis puisi yang terpenting adalah belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mengapa demikian ? Karena puisi merupakan bahasa yang dibuat bergaya sedemikian rupa. Walau demikian, jangan menganggap bahwa membuat puisi itu sulit. Sebenarnya mudah, selama kita mau berusaha dan terus berlatih.
Membuat puisi remaja tentu tidak sesulit membuat puisi secara umum. Sebab penyampaiannya lebih sederhana dan langsung. Dan hal ini sangat cocok bagi Anda sastrawan pemula. Menulis puisi remaja bisa menjadi alternatif yang cukup mudah dalam mengekspresikan isi hati. Seorang sastrawan terkemuka sekalipun, pasti memulai prosesnya dari bawah. Mulai dari membuat puisi untuk pujaan hatinya, hingga mampu membuat puisi kritik sosial.
Nah, untuk Anda para sastrawan pemula yang ingin merintis karir, atau para remaja yang sekadar iseng ingin membuat karya untuk pacarnya, tidak ada ruginya memperhatikan beberapa tips menulis puisi sederhana berikut :

1. Membaca.
Membaca adalah kunci pintu masuk kita dalam membuat sebuah karya. Tentu kita perlu referensi dong dalam memulai karya seni puisi. Membaca karya-karya penulis yang sudah ada sebanyak-banyaknya sebagai bahan permulaan.

2. Inspirasi.
Kita dapat membaca diri kita, membaca hati kita, membaca alam sekitar, hingga membaca kehidupan sekitar kita. Jika Anda bingung apa yang akan Anda tulis, maka tulislah apa yang sedang Anda pikirkan atau rasakan. Karena sebenarnya menulis puisi ibarat ‘curhat’. Hanya saja disajikan dengan bahasa yang lebih kompleks. Jika sedang tidak ada, coba ingat kembali kejadian-kejadian yang sangat berkesan dalam hidup Anda. Sesuatu yang membuat Anda sangat sedih atau bahagia. Anda bisa menulis tentang kehidupan cinta, keluarga, hingga persahabatan. Anda juga bisa berwisata alam untuk membuat puisi tentang alam.

3. Emosi.
Libatkan emosi Anda dalam mewarnai inspirasi yang telah Anda peroleh. Emosi ibarat cat pewarna dalam lukisan. Ia memberi warna terang, gelap hingga warna-warni.

4. Tuliskan.

Sambil lalu mencari ide, jangan lupakan pena dan buku Anda. Karena ketika Anda sudah memperoleh emosi dari ide Anda, Anda harus segera menulisnya. Ingat, SEGERA. Karena ide kreatif itu biasanya tidak bertahan lama. Ia akan mengendap sia-sia jika terlalu lama dibiarkan.

5. Penghargaan.
Seperti apa pun hasil karya Anda, hargai itu. Karena sejelek apa pun kayra Anda di mata Anda, belum tentu jelek di mata orang lain. Begitu pula sebaliknya, jangan dengarkan komentar menjatuhkan dari orang-orang sekeliling Anda. Walau bagaimanapun, itu adalah karya Anda, apalagi yang pertama. Kalau perlu, abadikanlah.

6. Pelajari kaidah-kaidah bahasa.
Puisi adalah bahasa. Karena masih pemula, Anda dapat mempelajari kiasan, perumpamaan, serta makna-makna konotasi yang lazim dikenal orang. Atau, jika Anda mampu, Anda bisa membuat perumpamaan yang tak lazim seperti yang dilakukan oleh para sastrawan terkemuka.
Jika Anda sudah berhasil membuat puisi pertama Anda, itu berarti Anda berbakat. Lanjutkan dan terus belajar.

AFT141004

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY