Yang Perlu Diketahui Tentang Kehamilan Ektopik

Yang Perlu Diketahui Tentang Kehamilan Ektopik

273
0
SHARE
© cvseventh

KabarFemale— Pada kehamilan normal, ovarium melepaskan sel telur ke tuba fallopi. Jika sel telur bertemu dengan sperma, sel telur yang telah dibuahi bergerek ke rahim untuk menempel pada lapisan rahim dan terus tumbuh selama 9 bulan berikutnya. Tapi pada 1 dari 50 kehamilan, sel telur yang telah dibuahi tetap berada di tuba fallopi.

Kondisi ini disebut kehamilan ektopik atau kehamilan tubal. Pada kasus yang jarang terjadi, sel telur yang dibuahi menempel pada salah satu ovarium atau pada serviks. Bukannya merasa senang karena hamil, kondisi ini membuat hidup Anda dalam bahaya. Kehamilan ektopik membutuhkan penanganan darurat.

Penyebab kehamilan ektopik
Salah-satu penyebab kehamilan ektopik adalah kerusakan pada tuba fallopi sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak bisa menempel di rahim, jadi sel telur tertanam di tuba fallopi atau di tempat lain. Mungkin saja kehamilan ektopik tidak diketahui penyebabnya.

Anda beresiko tinggi mengalaminya bila:

  • Sedang menggunakan alat kontrasepsi IUD
  • Memiliki riwayat penyakit peradangan panggul
  • Menderita penyakit menular seksual seperti gonorrhea
  • Memiliki riwayat pembedahan panggul
  • Memiliki riwayat kehamilan ektopik
  • Penggunaan obat kesuburan
  • Pengobatan masalah kesuburan seperti program bayi tabung.

Gejala kehamilan ektopik: Bila Anda mengalami gejala berikut ini, segeralah menghubungi dokter:

  •  Pendarahan vaginal ringan
  •  Mual dan muntah disertai rasa sakit
  •  Nyeri perut bagian bawah
  •  Kram perut yang tajam
  •  Sakit pada satu sisi tubuh
  •  Lemah
  •  Nyeri pada bahu, leher, atau rektum
  •  Bila tuba fallopi pecah, rasa sakit dan pendarahan bisa cukup parah dan menyebabkan tidak sadarkan diri.

Cepat mendapat pengobatan akan mengurangi resiko pendarahan berat dan menjaga kesuburan Anda. Bila dokter menduga tuba fallopi telah pecah, pembedahan darurat perlu dilakukan untuk menghentikan pendarahan. Pada beberapa kasus, tuba fallopi dan oravium bisa rusak dan harus diangkat. Sering kali, kehamilan ektopik terjadi dalam beberapa minggu pertama kehamilan. Anda mungkin belum menyadari kalau sedang hamil. Dokter biasanya bisa mengetahuinya pada minggu 8 kehamilan.

Kehamilan ektopik terdengar menakutkan. Bayi kemungkinan tidak bisa bertahan dan Anda butuh waktu untuk melewatinya. Anda akan merasa lebih nyaman mengetahui meski pernah mengalami kehamilan ektopik, Anda masih tetap mungkin menjalani kehamilan yang sehat di masa mendatang.

 

BFI150203

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY