Seperti Ini Proses Terjadinya Kehamilan

Seperti Ini Proses Terjadinya Kehamilan

159
0
SHARE
© dreamstime

KabarFemale—Memahami proses terjadinya kehamilan menjadi hal yang dinilai penting. Bila Anda berencana hamil, mengetahui kapan kemungkinan terbesar untuk bisa hamil menjadi faktor utama untuk keberhasilan rencana Anda. Baik Anda yang menghindari kehamilan, berusaha untuk hamil, atau yang sekedar penasaran, pasti ada banyak pertanyaan di benak Anda terkait terjadinya kehamilan.

Jawaban untuk bagaimana proses terjadinya kehamilan:

  • Agar seorang wanita bisa hamil, ia harus melepaskan sel telur dari ovarium. Prosesnya disebut ovulasi. Ovulasi terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi yang berikutnya terjadi. Sel telur masuk ke tuba fallopi dan mulai bergerak menuju rahim.

    Setelah itu, sel telur dan sperma bertemu dalam proses fertilisasi dan membentuk sel tunggal. Ini menjadi tahapan awal untuk proses terjadinya kehamilan.

  • Setelah terjadi senggama atau inseminasi alternatif, beberapa ratus sperma bergerak menuju rahim dan tuba fallopi. Satu sperma bisa membuahi sel telur. Sperma yang tersisa keluar dari vagina atau terserap ke tubuh wanita.
  • Bertemunya sel telur dan sperma disebut fertilisasi, yang paling mungkin terjadi akibat senggama pada selama 5 hari sebelum sel telur terlepas atau pada hari ovulasi. Kemudian kehamilan dimulai ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada rahim wanita dan mulai berkembang.
  • Sel telur yang telah dibuahi bergerak ke bawah menuju tuba fallopi dan terbagi menjadi sel yang banyak, membentuk bola. Bola sel mencapai rahim sekitar 3 hingga 4 hari setelah fertilisasi. Bola mengambang di rahim selama 2 atau 4 hari berikutnya.
  • Kehamilan dimulai jika bola sel menempel pada lapisan rahim. Ini disebut implantasi, biasanya terjadi sekitar 6 hari setelah fertilisasi dan dibutuhkan waktu 3 sampai 4 hari. Embrio akan terbentuk dari sel pada bagian dalam bola.

    Plasenta akan berkembang dari sel pada bagian luar bola. Hingga setengah dari jumlah sel telur yang telah dibuahi tidak mengalami implantasi. Sisa sel telur ini keluar dari tubuh wanita selama menstruasi.

  • Cara lain bagi wanita untuk hamil adalah melalui inseminasi alternatif. Selama proses ini, sperma dimasukkan ke vagina wanita atau rahim dengam menggunakan jarum suntik atau alat lain. Sperma bisa berasal dari pasangan atau dari donor.

    Ketika sperma donor digunakan, prosedurnya disebut inseminasi donor. Inseminasi alternatif menjadi pilihan bagi wanita single, wanita yang berpasangan dengan wanita, atau pasangan yang mengalami masalah kesuburan.

 

BFI150203

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY