Ternyata Konflik Mertua vs Menantu Bisa Dihindari

Ternyata Konflik Mertua vs Menantu Bisa Dihindari

223
0
SHARE
source : wp.com

KabarFemale− Kehidupan orang setelah menikah tentu banyak berubah. Yang awalnya hidup hanya untuk diri sendiri, setelah menikah juga hidup untuk orang lain. Tidak hanya hidup untuk pasangan, tetapi juga untuk seluruh keluarganya. Sebab pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang. Pernikahan juga menyatukan dua keluarga yang mungkin sebelumnya tidak saling mengenal.

Oleh karena itu, setiap orang yang sudah menikah harus juga mengenal dan bersikap baik terhadap orang tua pasangan (mertua). Sebab mertua lah yang menyebabkan Anda bisa bersama dengan pasangan Anda sekarang. Namun entah mengapa, konflik antara mertua dan menantu sering kali terjadi. Entah konflik kecil seperti salah paham, hingga konflik besar yang berujung pada percekcokan.

Meski konflik mertua dan menantu sering terjadi, Anda sebagai anak sekaligus orang yang mencintai pasangan, bisa menghindar. Menghindar agar konflik antara pasangan dan orang tua Anda tidak terjadi. Atau minimal, konflik bisa diminimalisir. Cara meminimalisir konflik mertua dan menantu ialah sebagai berikut:

  1. Setelah menikah, upayakan agar pisah rumah. Jika Anda dan pasangan masih dalam tahap rencana menuju pernikahan, upayakan agar nanti pisah rumah dari orang tua. Selama orang tua masih kuat beraktivitas sendiri, sebaiknya Anda dan pasangan tinggal di rumah berbeda. Minimal menempati rumah kontrakan. Karena saat orang tua masih sehat, egonya pun biasanya masih tinggi. Keinginan untuk ikut campur dalam rumah tangga anak masih ada.
  2. Pihak Anda dan pasangan memang harus lebih banyak mengalah. Anda dan pasangan sebaiknya lebih banyak mengalah. Anda dan pasangan harus bisa bersikap lebih dewasa dan bijaksana. Ketika orang tua sudah mulai naik darah karena beberapa hal, mengalah lah. Tidak ada gunanya meladeni orang yang sedang marah. Hal itu hanya akan memperuncing masalah antara pasangan Anda dan orang tua.
  3. Jangan menceritakan kelemahan pasangan. Hindari menceritakan kelemahan atau keburukan pasangan kepada orang tua. Sebab bisa jadi orang tua menjadi tidak bijak dalam bersikap manakala rasa cinta kepada anaknya sangat besar. Tidak ada gunanya pula menceritakan kelemahan pasangan jika tidak mendapatkan solusi atau saran.
  4. Tidak perlu menceritakan masalah keluarga jika sekiranya hanya akan menimbulkan masalah. Bercerita masalah keluarga kecil Anda kepada orang tua bisa jadi hanya akan menimbulkan masalah baru. Beruntung bila orang tua tidak menyalahkan menantunya. Selesaikan masalah keluarga Anda dan pasangan berdua saja.

 

 

AFR150801

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY