Saat Istri Memilih untuk Menjadi Wanita Karir

Saat Istri Memilih untuk Menjadi Wanita Karir

153
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale–Memiliki karir yang bagus sebetulnya tidak hanya berlaku untuk pria. Wanita pun memiliki kesempatan untuk bekerja dan menorehkan prestasi. Namun di samping itu, wanita juga memiliki tanggung jawab untuk merawat serta mendidik anak ketika ia menjadi ibu. Itu lah mengapa, ada beberapa orang yang masih kurang setuju jika wanita berkarir hingga menyita waktunya.

Berkarir bagi wanita sebetulnya baik. Selama karirnya sama sekali tidak mengganggu terhadap kondisi psikologis keluarga. Banyak sekali karir yang bisa dipilih oleh kaum ibu; seperti menjadi penulis, berwirausaha rumahan, menjadi guru privat, atau menjadi internet marketing. Intinya pekerjaan yang tidak terikat waktu. Pekerjaan yang tidak mengharuskan seorang ibu pergi pagi pulang malam.

Jika wanita memilih berkarir dengan terikat waktu, maka akan ada banyak tanggung jawab yang mungkin ialalaikan dalam rumah tangga. Seperti mengurus rumah, mengurus keperluan suami serta mendidik dan mendampingi proses belajar anak. Untuk urusan rumah tangga dan sebagian keperluan suami mungkin bisa diserahkan kepada pembantu. Namun bagaimana dengan tugas lain? Di antara dampak negatif ketika ibu memilih berkarir dengan ikatan waktu ialah sebagai berikut:

1. Anak dan suami kurang diperhatikan.

Ketika ibu atau istri sudah bekerja dari pagi hingga sore, anak dan suami jelas kurang mendapat perhatian. Ketika pagi, ibu sudah sibuk mempersiapkan keperluannya sendiri untuk berangkat bekerja. Sedangkan keperluan anak sebagian besar dipasrahkan kepada pembantu. Ketika sore, saat tubuh sudah lelah bekerja, pasti tidak memiliki keinginan untuk menemani anak belajar. Keinginan untuk segera beristirahat jelas lebih mendominasi.

2. Segala sesuatu, lebih sering mengandalkan asisten rumah tangga.

Pembantu atau asisten rumah tangga memang dibayar untuk bekerja mengurus urusan rumah tangga. Tapi bukan berarti mengurus segalanya hingga seakan-akan, posisi istri diganti oleh pembantu. Oke lah, memasak merupakan tugas pembantu. Tapi urusan menyiapkan makanan untuk anak dan suami, harusnya istri lah yang bertanggung jawab.

3. Pendidikan anak tidak terjamin.

Mendidik bukan hanya mencerdaskan. Tapi membuat anak menjadi orang baik. Dan tidak ada yang bisa menjamin hal itu jika ibu sudah sibuk bekerja pagi-sore. Anak bisa saja bolos sekolah tanpa orang tua tahu. Atau, bisa saja anak malas belajar dan ibu tidak tahu itu. Pekerjaan yang mengikat bisa membuat ibu melupakan tanggung jawabnya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak.

4. Keharmonisan rumah tangga menjadi terancam.

Dalam rumah tangga, istri atau ibu lah yang lebih bisa menciptakan keharmonisan dan suasana menyenangkan. Jika istri sibuk bekerja, suasana menjadi terus menerus melelahkan. Suami lelah bekerja, istri lelah bekerja, anak lelah bermain dan lupa belajar.

AFR150401

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY