Pertimbangan Dalam Memperkenalkan Anak Pada Gadget

Pertimbangan Dalam Memperkenalkan Anak Pada Gadget

138
0
SHARE
source : blogspot.com

KabarFemale− Sebuah artikel yang mengulas mengenai pendidikan anak-anak para programmer Facebook.Inc dan Google membuat kita berpikir ulang. Bagaimana tidak, artikel tersebut menyatakan bahwa anak-anak para punggawa Facebook dan Google justru dihindarkan dari teknologi. Anak-anak dididik secara kreatif untuk mengembangkan potensi otak dan keterampilannya tidak menggunakan teknologi.

Jika anak-anak Indonesia berlomba-lomba untuk terampil menggunakan teknologi buatan programmer, anak-anak para programmer justru tidak dikenalkan pada tekonologi tersebut. Bagi mereka, teknologi masih belum menjadi dunia anak-anak. Dunia anak-anak ialah belajar mengasah kemampuan otak dan fisik secara langsung, dengan interaksi sosial dalam aktivitas bermain.

Sejenak mungkin para orang tua dan pendidik seharusnya berpikir, mengenalkan anak pada teknologi secara berlebihan memang sepertinya kurang baik. Namun tidak ada salahnya juga, sebab lingkungan sudah menuntutnya demikian. Daripada pusing memikirkan antara boleh dan tidaknya mengenalkan anak pada teknologi sedini mungkin, berikut beberapa hal yang bisa dijadikan dasar pertimbangan:

  1. Asas kebutuhan. Berbicara soal kebutuhan, kebutuhan teknologi sebenarnya bukan termasuk kebutuhan sekunder, apalagi primer. Terlebih untuk anak berusia 7-11 tahun. Dan seharusnya, mengenalkan anak pada sesuatu disesuaikan dengan kebutuhannya. Jika tidak terlalu dibutuhkan, atau bahkan tidak dibutuhkan sama sekali, tak perlu diajarkan. Kalau sekadar dikenalkan sekilas, itu tidak masalah. Sekadar mengobati rasa penasaran dalam diri anak.
  2. Asas manfaat. Beberapa hal erat kaitannya dengan manfaat yang bisa diperoleh. Salah satunya ialah teknologi. Orang bisa mendapatkan manfaat besar dari teknologi, jika tahu bagaimana menggunakannya. Kita sudah bisa ketahui bahwa anak-anak belum bisa menggunakan teknologi secara tepat guna. Bukan tidak bisa mengoperasikan teknologi. Melainkan belum bisa mengoperasikan teknologi untuk sesuatu yang bermanfaat atau berguna bagi dirinya sendiri.
  3. Antara dampak baik dan buruk gadget bagi anak. Sebelum melakukan beberapa tindakan, kita pasti pernah memikirkan dampak positif dan negatifnya. Jika dampak positif dari tindakan tersebut lebih besar, kita akan melakukannya. Namun jika dampak negatifnya justru yang lebih besar, kita akan mengurungkan niat untuk tindakan tersebut. Tidak ada orang yang mau mengambil resiko dengan menanggung dampak negatif dari suatu tindakan. Itu lah yang seharusnya juga dilakukan oleh para orang tua sebelum memutuskan; mau membiarkan anak berkutat dengan gadget atau tidak.

Dari 3 hal di atas, dapat kita pahami, mengenalkan anak pada teknologi sebetulnya tidak masalah. Selama itu sangat dibutuhkan, manfaatnya jelas dan dampak positifnya lebih besar. Jika tidak, sebaiknya cukup anak tahu dulu bahwa seperti itu lah teknologi. Jangan dulu biarkan anak tahu bagaimana mengoperasikannya.

 

 

AFR150901

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY