Perbedaan Cinta dan Obsesi

Perbedaan Cinta dan Obsesi

175
0
SHARE
source : blogspot.com

KabarFemale− Dalam acara-acara FTV remaja, kita sering melihat seorang laki-laki suka pada perempuan. Sedangkan perempuan tersebut menyukai orang lain. Laki-laki yang rasa sukanya bertepuk sebelah tangan tersebut berusaha mati-matian untuk bisa mendapatkan gadis pujaannya. Segala cara dilakukan. Mulai dari cara yang fair hingga cara yang tidak etis.

Dari sekian kisah yang ditayangkan di FTV tersebut, penonton bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa si laki-laki tidak benar-benar mencintai gadis yang ia suka. Ia hanya terobsesi untuk bisa memilikinya. Membedakan antara cinta dan obsesi sebenarnya tidak terlalu sulit. Bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:

  1. Cinta memberi kebahagiaan, obsesi memberi ketakutan. Tak sedikit orang yang menjadi ‘sakit jiwa’ karena obsesinya yang tak terpenuhi. Siapapun bisa saja menjadi korban teror orang yang ingin sekali mendapatkan apa yang ia inginkan. Orang tersebut bisa saja menyewa penjahat bayaran demi terlihat mengagumkan di mata orang yang ia kagumi.Begitulah obsesi. Bukan justru memberikan kebahagiaan kepada orang yang dikagumi. Ia bisa membuat orang yang dikagumi menderita karena keinginannya untuk memiliki sangat kuat.
  2. Obsesi berawal dari rasa penasaran, sedangkan cinta berawal dari kekaguman saja. Kagum pada seseorang boleh-boleh saja. Tapi bila kekaguman tersebut memuncak menjadi penasaran, siapa pun bisa menjadi sangat terobsesi. Namun bila kekaguman menjelma menjadi perasaan untuk mengasihi secara lebih, itu lah cinta. Rasa penasaran membuat orang lupa bahwa orang yang ia kagumi juga manusia biasa. Sedangkan cinta menyadari kalau di balik kelebihan seseorang, ia juga pasti memiliki kekurangan.
  3. Obsesi membuat Anda memaksakan untuk bisa memiliki. Sedangkan cinta tidak memaksakan diri. Orang yang penasaran jelas akan melakukan apa saja untuk mengobati rasa penasarannya. Ia akan memaksakan diri untuk bisa mendapatkan kekaguman dari orang yang ia suka. Atau bahkan memaksakan diri untuk mendapatkan orang yang disukai.Cintatidak demikian. Memang tidak ada orang yang tidak ingin memiliki orang yang dicinta. Tapi hal itu dilakukan hanya sekadar ingin membahagiakan. Kalau orang yang dicinta tidak bahagia berada di sampingnya, cinta tentu rela melepaskan.

4. Di awal, cinta menimbulkan rasa minder. Sedangkan obsesi membuat Anda ingin maju lebih cepat. Saat pertama kali timbul kekaguman, rasa yang akan bersemi menjadi cinta ialah rasa yang membuat diri kurang percaya diri. Orang yang terlalu percaya diri akan membuat ia berani melakukan apapun dengan lebih cepat. Hingga keadaan menjadi sesuai dengan keinginannya.

 

AFR150801

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY