Penyebab Orang Trauma Pada Cinta

Penyebab Orang Trauma Pada Cinta

285
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale− Setiap orang yang sudah beranjak dewasa atau pun yang masih remaja, pasti pernah berpengalaman dalam urusan asmara. Entah itu pengalaman manis maupun pengalaman pahit. Baik yang manis maupun pahit, seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk menata hidup di masa depan. Namun tak sedikit orang yang justru trauma dengan pengalaman tersebut.

Trauma akibat pengalaman pahit cinta di masa lalu jelas akan membawa dampak besar di masa depan. Orang trauma bisa saja enggan untuk memiliki pasangan lagi. Akibat yang paling ringan, orang akan lebih selektif dalam memilih pasangan. Sebab tidak ada orang yang mau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Beberapa orang, mungkin Anda juga, bahkan bisa saja takut jatuh cinta lagi karena takut akan sakitnya patah hati.

Namun tahukah Anda, penyebab trauma sebetulnya bukan murni karena putus cinta dan patah hati. Melainkan lebih disebabkan karena mental psikologis yang tidak siap menghadapi sakit akibat patah hati. Secara detail, berikut ini penyebab orang trauma karena patah hati:
1. Pada awalnya, mencintai secara berlebihan. Jika Anda mencintai terlalu berlebihan, maka membuka potensi besar untuk mengalami sakit yang lebih. Oleh karena itu muncul pepatah yang mengatakan ‘cintailah sesuatu sekadarnya saja. Karena bisa jadi suatu saat menjadi sesuatu yang sangat engkau benci. Dan bencilah sesuatu sekadarnya saja. Karena bisa jadi suatu saat menjadi sesuatu yang sangat engkau cinta’. Ini menunjukkan bahwa cinta dan benci hanya dibatasi sekat tipis.
2. Tidak siap dengan sakit hati yang harus ditanggung. Saat cinta diungkapkan secara berlebihan, kemungkinan untuk sakit hati menjadi lebih besar. Apalagi jika tidak diimbangi dengan kesiapan mental untuk menghadapi sakit hati tersebut. Di kemudian hari, trauma akan menjadi hantu yang membayangi kehidupan asmara Anda.
3. Tidak bisa belajar dengan baik dari pengalaman. Pengalaman merupakan guru paling baik. Orang trauma ialah mereka yang tidak bisa belajar dengan baik dari pengalaman. Pengalaman membuat Anda yang mengalami trauma semakin lemah. Dimana seharusnya, pengalaman menjadikan orang yang bisa belajar dengan baik, menjadi semakin kuat.
4. Cara berpikir yang sempit. Orang trauma biasanya menganggap tidak ada orang yang lebih baik dari kekasihnya di masa lalu. Atau menganggap semua orang sama brengsek dengan kekasih di masa lalu. Jika cara berbikir Anda sesempir ini, maka Anda memiliki potensi besar untuk mengalami trauma pada cinta. AFR150801

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY