Menegur Anak pun Ada Caranya

Menegur Anak pun Ada Caranya

205
0
SHARE
source : blogspot.com

KabarFemale− Selain kehidupan pribadi, setiap orang juga memiliki kehidupan sosial. Dari kehidupan sosial, banyak manfaat yang bisa diperoleh. Kebutuhan hidup bisa terpenuhi salah satunya melalui hidup bersosial. Baik itu kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikologis. Kita juga sering belajar atau mendapat nasihat dari orang lain. Meski demikian, kadang komunikasi yang ditujukan untuk menasihati justru menjadi sesuatu yang menimbulkan konflik. Kesalahan dalam cara berkomunikasi menjadi penyebab utamanya.
Banyak kesalahan dalam komunikasi yang mungkin sering kita lakukan, baik sengaja ataupun tidak.

Kesalahan dalam komunikasi sosial juga berlaku dalam lingkungan keluarga. Bahkan hubungan keluarga merupakan hubungan sosial yang paling rentan terhadap konflik akibat salah dalam komunikasi. Karena dalam keluarga, interaksi terjadi hampir setiap hari. Seperti halnya antara anak dengan orang tua. Ketepatan dalam komunikasi juga penting untuk diperhatikan. Apalagi dalam urusan menasihati atau menegur kesalahan anak.
Meski posisi orang tua menjadi bertanggung jawab atas diri anak, memperbaiki kesalahan anak pun harus dilakukan dengan cara santun. Jika salah dalam menasihati atau menegur, anak menjadi semakin sulit diatur. Bahkan enggan untuk sekadar berbicara banyak dengan orang tua. Berikut ini cara menegur atau menasihati anak dengan baik dan tepat:

  1. Pertegas titik kesalahan. Meski masih kecil, anak-anak juga diberi kemampuan untuk berpikir dan mengerti banyak hal. Termasuk dalam memahami mana yang salah, mana yang tidak jelas dan mana yang benar. Sebelum memberi nasihat, teguran orang tua atas kesalahan anak harus jelas. Jelaskan kalau tindakan ini atau itu lah yang salah. Jangan dulu menasihati sebelum anak mengerti dimana letak kesalahannya. Sebab jika anak tidak mengerti letak kesalahannya, akan membuat ia bingung. Apalagi jika anak mendapat hukuman tanpa mengerti atau tahu apa kesalahannya.
  2. Beri tawaran solusi untuk memperbaiki. Usahakan agar anak memperbaiki sendiri kesalahannya. Sebelumnya, orang tua juga harus menjelaskan akibat dari kesalahan anak tersebut. Setelah itu, orang tua harus memberikan nasihat-nasihat berupa solusi perbaikan atas kesalahannya. Biarkan anak memilih sendiri cara memperbaiki kesalahan yang telah ia perbuat. Buat lah perjanjian agar ana merasa terikat dengan pilihan yang sudah ia buat. Sehingga kemungkinan untuk mengulangi kesalahan yang sama bisa diminimalisir.
  3. Beri teladan. Percuma saja orang tua memberi nasihat hingga mulut berbusa. Sedangkan di lain sisi, orang tua tidak bisa memberikan contoh atau teladan bagi anak. Apalagi jika orang tua melakukan tindakan yang bertentangan dengan apa yang dinasihatkan kepada anak. Tindakan ini akan membuat anak enggan mengikuti nasihat orang
  4. Seimbangkan antara teguran keras dan perhatian. Jika orang tua harus menegur dengan cara keras, harus ada tindakan penyeimbang. Setelah menegur dengan keras, perhatian orang tua harus lebih dimaksimalkan. Orang tua harus membuat anak mengerti bahwa orang tua marah pada kesalahan anak. Bukan pada diri anak. Ini agar tidak timbul perasaan takut dalam hati anak pada orang

 

 

AFR150901

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY