Mendisiplinkan Anak dengan Cara Tepat

Mendisiplinkan Anak dengan Cara Tepat

150
0
SHARE
Mendisiplinkan Anak dengan Cara Tepat
Source: shutterstock

KabarFemale–Membangun kedisiplinan dalam keluarga memang penting. Terlebih kepada anak. Karena jika anak diajarkan kedisiplinan sejak dini, ia akan menjadi orang yang disiplin hingga dewasa. Dengan kedisiplinan itu lah, anak bisa lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidupnya. Hidup sesuai aturan serta patuh pada perencanaan.

Salah satu hal yang harus ada dalam pembelajaran kedisiplinan pada anak, ialah hukuman dan penghargaan. Ketika anak patuh aturan, anak diberi penghargaan. Ketika anak menyalahi aturan, anak diberi hukuman. Jika keduanya seimbang, anak bisa menjadi pribadi yang disiplin terhadap dirinya sendiri.

Namun tak sedikit orang tua yang justru tidak paham bagaimana mendisiplikan anak dengan tepat. Orang tua justru mendisiplinkan anak dengan cara yang tidak tepat. Akibatnya, anak bukan menjadi disiplin, melainkan menjadi seorang pembangkan dan suka melawan. Di sini, para orang tua mungkin bertanya-tanya, apa yang salah dengan cara yang digunakan. Mungkin karena orang tidak mengerti aturan penting dalam membuat anak disiplin sebagaimana berikut:

1. Disiplin memang perlu, tapi menjadi anak yang baik jauh lebih penting.

Bagi sebagian orang tua, menjadikan anak sebagai orang yang disiplin ibarat menjadi tujuan mendidik anak. Padahal tujuan mendidik anak bukan lah kedisiplinan, melainkan agar ia menjadi anak yang baik. Pendisiplinan merupakan salah satu jalan agar anak menjadi baik. Dan disiplin bukan lah inti kebaikan, melainkan hanya salah satu ciri anak baik.

2. Hukum kesalahannya, bukan orangnya.

Ketika anak melakukan kesalahan, hukuman memang perlu dilakukan untuk mengajarkan anak konsekuensi melakukan kesalahan yang disengaja. Namun ketika menghukum, orang tua harusnya menghukum kesalahannya, bukan anaknya. Hukuman harus berupa sesuatu yang bermanfaat dan menyadarkan anak akan kesalahannya.

3. Setelah menghukum, jangan ungkit lagi kesalahannya.

Di akhir hukuman, orang tua harus menegaskan bahwa tindakan buruk itu berakibat buruk pula pada diri anak. Buktinya, dia mendapat hukuman. Namun setelah orang tua melakukan penegasan, jangan pernah lagi mengungkit kesalahan anak.

4. Imbangi dengan kasih sayang dan canda yang lebih banyak.

Kesalahan utama orang tua dalam membuat anak disiplin ialah perlakuan yang tidak seimbang. Orang tua sering memarahi dan menghukum anak ketika bersalah, namun jarang membelai anak ketika ia melakukan hal yang benar. Mungkin beberapa orang tua tidak paham bahwa antara amarah dan kasih sayang bagi anak ibarat timbangan dua sisi. Untuk menjadikan anak disiplin, penurut, dan tetap sayang kepada orang tua, antara hukuman dan penghargaan harus lebih berat penghargaan. Jika hukuman berupa amarah, maka penghargaan berupa kasih sayang dan tawa. Jika anak sering melakukan tindakan tidak terpuji yang memaksa orang tua untuk menghukum anak, maka kasih sayang kepada anak harus lebih sering lagi ditunjukkan.

AFR150401

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY