Meminimalisir Efek Negatif Lingkungan Pertemanan Pada Anak

Meminimalisir Efek Negatif Lingkungan Pertemanan Pada Anak

358
0
SHARE
Meminimalisir Efek Negatif Lingkungan Pertemanan Pada Anak
source : bisnis.com

KabarFemale– Setiap kepribadian yang dimiliki orang terbentuk oleh pengalamannya selama hidup. Semakin luas pengalaman seseorang, ia akan semakin banyak memiliki kesempatan untuk belajar. Belajar membentuk kepribadiannya. Jika orang tersebut bisa belajar dengan baik, maka kepribadiannya akan baik pula. Begitu pula sebaliknya. Jika orang tersebut tidak bisa belajar dengan baik dari pengalaman, jangan harap bisa memiliki kepribadian yang baik.
Selain pengalaman, lingkungan juga menjadi faktor yang cukup kuat membentuk kepribadian seseorang. Bahkan sejak masih anak-anak, pengalaman yang diberikan lingkungan membentuk kepribadian dasar anak. Baik itu lingkungan keluarga, teman, sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
Sayangnya tidak semua lingkungan yang ada, membawa pengaruh positif bagi pertumbuhan kepribadian anak. Terutama lingkungan pertemanan. Karena dalam berteman, anak-anak tidak pernah pilah-pilih. Lingkungan yang membentuk teman-teman anak pun berbeda-beda. Apa yang diperoleh dalam lingkungannya masing-masing, kemudian dibawa dalam lingkungan pertemanan.
Dampak negatif lingkungan pertemanan akan semakin parah jika lingkungan keluarga, khususnya orang tua, tidak melakukan upaya penanggulangan. Agar anak tidak terpengaruh dampak negatif pertemanan, orang tua sebaiknya melakukan hal berikut:

  1. Buat lingkungan keluarga memberi pengaruh lebih kuat. Keluarga merupakan benteng paling kuat dalam menanggulangi segala efek negatif lingkungan luar. Orang tua harus menciptakan lingkungan terbaik bagi anak sejak masih balita. Karena anak belajar dari lingkungan yang menjadi tempat ia beraktifitas sehari-hari.
  2. Ajarkan hal baik dan buruk yang ada di lingkungan. Ketika anak sudah mulai dilepas untuk bermain bersama teman-temannya, orang tua selayaknya sudah mulai mengajarkan anak membedakan baik-buruk sedikit demi sedikit. Sehingga anak tidak anak menelan mentah-mentah apa yang ia dapatkan dari teman-temannya. Anak juga akan berpikir dengan sendirinya mana yang baik dan mana yang buruk, tanpa harus senantiasa diingatkan orang tua.
  3. Ketika anak meniru hal negatif dari temannya, pahamkan bahwa itu tidak baik. Ketika anak meniru hal negatif dari temannya, tugas orang tua ialah memberi pemahaman bahwa hal itu tidak baik. jangan sampai ada kesan menceramahi hingga membuat anak merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang tua. Buat anak merasa senyaman mungkin dengan nasihat orang tua.
  4. Orang tua harus memberi contoh, bukan sekadar menasihati. Selain memberi nasihat, orang tua pun harus memberi contoh yang baik. Jika orang tua menasihati tapi tidak bisa memberi contoh, akan timbul keinginan untuk menentang dalam diri anak. Dengan memberi contoh yang baik, anak juga bisa membandingkan antara perilaku teman dan orang tuanya. Sehingga anak belajar membedakan baik dan buruk dari perilaku orang di sekitarnya.

AFR150301

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY