Membimbing Anak Agar Cerdas dan Berprestasi

Membimbing Anak Agar Cerdas dan Berprestasi

220
0
SHARE
Membimbing Anak Agar Cerdas dan Berprestasi
© dilcdn

KabarFemale–Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas serta berprestasi? Semua orang tua tentu menginginkan hal tersebut. Memiliki anak yang jauh lebih sukses dari orang tua menjadi mimpi setiap orang. Karena jika kesuksesan atau prestasi anak masih sama saja dengan orang tua, maka termasuk orang tua yang gagal dalam membimbing anak.

Anak cerdas dan berprestasi tidak hanya menjadi tolok ukur kesuksesan orang tua dalam mendidik anak. Tetapi juga akan menjadi bekal bagi anak untuk hidup lebih baik di masa yang akan datang. Kecerdasan dan prestasi yang kami maksud tidak hanya terkait dengan mata pelajaran di bangku sekolah. Tetapi lebih mengarah pada kemampuan anak dalam bidang atau skill tertentu.

Karena pada hakikatnya, setiap anak dilahirkan dengan potensinya masing-masing. Tugas orang tua hanya mengasah dan mengarahkan potensi yang dimiliki anak. Sehingga menjadi anak yang cerdas, sekaligus berprestasi di bidang keahliannya. Untuk mencapai semua itu, ini yang harus dilakukan oleh para orang tua:

1. Kenali potensi anak. Jangan pernah memaksa anak untuk menjadi sesuatu seperti kemauan orang tua. Anak memiliki hak untuk menentukan masa depannya. Oleh karena itu, tugas pertama orang tua ialah mengenali potensi anak.

Sehingga anak tidak merasa terbebani dengan sesuatu yang tidak dia kuasai atau sulit ia pahami. Di awal perkembangan anak, khususnya saat anak masih berusia 4-11 tahun, orang tua harus ekstra kreatif dan peka terhadap kemampuan anak.

2. Arahkan agar sejalan dengan minatnya. Ketika orang tua sudah mulai mengenali potensi anak, tugas orang tua selanjutnya ialah mengarahkan agar sesuai dengan minatnya. Karena percuma juga anak memiliki potensi di bidang tertentu, tapi tidak memiliki minat di bidang tersebut.

3. Biarkan anak bermimpi setinggi-tingginya. Sejak kecil, ajarkan anak untuk bermimpi sekaligus ajarkan bagaimana berusaha untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut. Ajarkan anak bahwa mimpi yang tidak dibarengi dengan usaha hanya mimpi sia-sia.

Ajarkan pula bahwa dalam usaha mencapai mimpinya, akan banyak sekali rintangan yang menghadang. Ajarkan anak tentang perjuangan. Tapi jangan sekali-kali mengajarkan anak kata ‘menyerah’.

4. Beri dukungan dan bimbingan. Dukungan dan bimbingan dari orang tua akan menjadi penyemangat sekaligus pembuka jalan bagi anak menuju prestasi yang orang tua inginkan.

5. Ciptakan lingkungan yang mendukung. Sejak kecil, orang tua sudah harus menciptakan lingkungan rumah sebagai tempat belajar yang nyaman dan tidak pernah membosankan.

Biarkan buku-buku bacaan anak berserakan. Biarkan anak mencoba hal-hal baru yang membuat ia belajar lebih banyak. Tentu dengan tetap berada dalam pengawasan orang tua.

 

AFR150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY