Kiat Memotivasi Anak Agar Semangat Belajar

Kiat Memotivasi Anak Agar Semangat Belajar

266
0
SHARE
Kiat Memotivasi Anak Agar Semangat Belajar
© studysmartsystem

KabarFemale– Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Dari keluarga, anak mengenal kehidupan. Dan dari keluarga pula, anak mengenal pendidikan. Pendidikan telah ditanamkan pada diri anak bahkan jauh sebelum anak dilahirkan. Misalnya dengan mengatakan kalimat-kalimat positif saat anak masih berada di dalam kandungan, atau membacakannya ayat-ayat suci.

Pendidikan memang telah disuapkan pada anak sebelum anak hadir ke dunia. Namun entah mengapa, pada usia tertentu, anak menjadi malas belajar atau merasa tidak bisa menyerap pelajaran dengan baik. Karena anak malas belajar dan prestasinya di bawah rata-rata, tak sedikit orang tua yang menganggap anak tersebut bodoh.

Sebetulnya tidak ada satu orang pun yang dilahirkan dengan otak yang bodoh. Bahkan tes kecerdasan yang ada sekarang tidak sepenuhnya mengukur kepintaran atau kebodohan seseorang. Jika anak merasa tidak mampu mempelajari bidang tertentu kemungkinan besar karena dia memang tidak diciptakan untuk menguasai bidang yang ia sulit pahami.

Jika Anak yang malas belajar itu juga sangat wajar. Pertanyaan untuk para orang tua, sudah benarkah motivasi belajar yang diberikan kepada anak? Jika merasa belum sepenuhnya benar, tidak ada salahnya mencoba tips berikut ini:

1. Manfaatkan mimpi-mimpi anak. Setiap anak pasti memiliki mimpi yang ia bangun dari pengalamannya. Semakin luas pengalaman anak, semakin luas pula mimpi yang ia bangun. Orang tua harus tau setiap fase perkembangan anak dan semua mimpi-mimpinya.

Ketika anak mulai malas belajar, apalagi di bidang yang berkaitan dengan cita-cita anak, yakinkan pada anak bahwa cita-citanya hanya akan tercapai jika anak tidak malas belajar.

2. Buat anak memiliki tokoh idaman. Tokoh idaman yang kami maksud bukan tokoh kartun, artis, atau tokoh khayalan jenis apapun. Tokoh idaman dalam hal ini maksudnya, tokoh yang benar-benar nyata dan memiliki segudang prestasi yang nyata pula.

3. Terkadang, persaingan juga membuat anak mau belajar keras. Jika anak sering merasa tertantang dengan adanya persaingan, orang tua harus memanfaatkan hal tersebut. Buat anak merasa panas ketika salah satu temannya bisa melakukan hal baik atau memahami satu hal, tapi dia belum bisa melakukannya.

4. Ketika anak membuat satu pencapaian, jangan segan untuk memberi penghargaan. Penghargaan akan prestasi anak akan membuatnya ingin merasakan kembali penghargaan tersebut. Sehingga sekali saja ia membuat prestasi yang cukup bagus.

Ia akan berusaha untuk mencapai prestasi lain pada level yang lebih tinggi. Karena setiap orang memang menyukai penghargaan dari orang lain. Apalagi kalau penghargaan tersebut diberikan oleh orang tua yang merupakan orang terdekat anak.

5. Jangan sekali-kali mencaci anak ketika gagal. Agar semangat belajar anak tidak down, hindari mencaci anak ketika ia gagal. Karena cacian membuat anak merasa usaha yang ia lakukan menjadi sia-sia hanya karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

 

AFR150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY