Jangan Memarahi Anak!

Jangan Memarahi Anak!

266
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale– Mendidik dan membesarkan anak merupakan tanggung jawab penuh orang tua. Jauh sejak anak belum lahir ke dunia, orang tua sudah memiliki kewajiban menafkahi anak dan mendidiknya dengan cara yang baik. Misalnya ketika ibu sedang hamil, sangat dianjurkan untuk makan makanan halal dan kaya gizi yang beragam. Ibu juga dianjurkan untuk memperdengarkan musik klasik demi tumbuh kembang kecerdasan anak. Dalam Islam, ibu dianjurkan untuk lebih sering membacakan ayat-ayat Al-Qur’an untuk anak yang masih berada di dalam kandungan.

Artinya, jauh sebelum anak lahir, orang tua sudah dianjurkan mendidik anak dengan cara yang baik. Namun ketika anak lahir dan mulai tumbuh besar, orang tua sering dibuat kesal oleh tingkah laku anak-anak. Karena kekesalan itu, orang tua pun tak jarang memarahi bahkan menyakiti fisik anak. Padahal, yang namanya anak-anak, pasti cenderung aktif dan dianggap nakal. Itu karena anak-anak belum tahu bagaimana bersikap baik dan tidak membuat orang tua kesal.

Mendidik anak dengan cara memarahinya sebetulnya tidak dilarang. Namun cara ini kurang tepat. Sebab ketika orang tua mendidik anak dengan marah-marah, hal itu berasal dari emosi yang tak terkendali. Lagi pula, memarahi anak hanya berdampak negatif pada psikisnya sebagaimana berikut:

1. Anak tumbuh menjadi orang yang kasar. Untuk membuktikannya, kita bisa membandingkan anak yang dididik dengan cara benar dan lemah lembut, dengan anak yang dididik dengan cara kasar. Anak hasil didikan kelembutan akan tumbuh menjadi pribadi yang lembut pula. Sedangkan anak hasil didikan amarah dan kekerasan, akan tumbuh menjadi orang yang lebih kasar. Sebab anak belajar dari contoh, bukan hanya nasihat. Jika orang tua mencontohkan sikap kasar, anak pun akan meniru.

2. Kemungkinan besar, anak juga akan menjadi penakut. Jika mental anak tidak kuat, mendidik anak dengan cara memarahinya akan membuat ia menjadi penakut. Anak menjadi takut mencoba hal-hal baru karena takut disalahkan dan dimarahi. Akhirnya anak tidak hanya takut pada orang tuanya, tetapi juga pada orang lain bahkan apapun yang bersifat baru.

3. Anak bukan menurut, justru ia akan menentang orang tua. Sering memarahi anak ketika ia berbuat salah atau tidak menurut pada orang tua bukan berdampak positif. Kemungkinan untuk membuat anak belajar dan menurut sangat kecil. Sedangkan kemungkinan membuat anak menjadi suka menentang orang tua jauh lebih besar. Jadi, memarahi anak ketika bersalah atau tidak mau menurut pada orang tua bukan lah tindakan yang bijak.

AFR150501

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.