Ini Alasan Orang Takut Menghadapi Putus Cinta

Ini Alasan Orang Takut Menghadapi Putus Cinta

305
0
SHARE
(c) Photobucket

RajaNego—Mau jatuh cinta, harus siap menderita. Begitu pepatah mengatakan. Menderita demi mendapatkan cinta orang yang dicintai. Menderita karena pengorbanan yang harus dilakukan. Termasuk pula menderita karena putus cinta. Menderita karena putus cinta seakan menjadi hal yang mutlak terjadi pada setiap orang yang tengah berusaha menemukan cinta sejatinya.

Cinta pertama juga jarang menjadi cinta sejati sekaligus cinta terakhir. Itu lah mengapa perjalanan mencari cinta sejati ibarat perjalanan menempa diri. Karena kebanyakan orang harus terlebih dahulu bertemu dengan pasangan-pasangan yang salah sebelum dipertemukan dengan cinta sejatinya.

Dan dari setiap perjalanan cinta seseorang, selalu ada semak belukar penuh duri yang menyebabkan dirinya terluka. Entah luka karena putus cinta, atau memang karena orang yang dicintai tidak pernah ditakdirkan untuk bersama orang tersebut.

Luka akibat putus cinta memang tidak pernah terasa enak. Padahal banyak sekali hikmah dibalik patah hati. Salah satu hikmahnya, putus cinta membuat seseorang menjadi lebih kuat dan lebih dewasa dalam bersikap. Namun kenyataannya, kebanyakan orang tidak siap menghadapi putus cinta. Hingga pasangannya meminta putus, orang tersebut tetap ngeyel tidak mau putus. Mungkin itu karena beberapa hal berikut:

1. Terlalu mencintai. Cinta yang berlebihan akan membuat orang tidak bisa berpikir dengan jernih. Sudah jelas bahwa pasangannya tidak lagi mencintainya, tapi ia tetap saja tidak mau mengakhiri hubungan atau tidak mau putus. Karena cinta yang berlebihan, seseorang bahkan rela pasangannya mencari orang lain asal tidak putus dengannya. Cinta memang kadang membuat orang menjadi setengah gila atau bahkan betul-betul gila. Orang waras tentu tidak mau kalau dirinya diduakan.

2. Tidak siap menghadapi sakitnya patah hati. Sakit hati tidak bisa dibandingkan dengan sakit apapun. Kalau bisa memilih, orang akan memilih untuk sakit demam dibandingkan sakit hati. Demam biasa akan sembuh dalam 3-5 hari. Tapi sakti hati membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk bisa betul-betul sembuh. Bahkan tak sedikit orang yang sakit hati karena putus cinta, memilih mengakhiri hidupnya.

3. Takut tidak bisa menemukan pengganti yang sama atau lebih baik darinya. Ada orang yang takut putus cinta karena ia yakin pasangannya yang sekarang merupakan yang terbaik. Kalau putus, ia khawatir tidak akan bertemu dengan orang yang sama atau lebih baik darinya. Padahal Tuhan sudah berjanji, ketika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

4. Tidak siap memulai kebiasaan baru tanpa dia. Menghadapi patah hati berarti mengubah kebiasaan lama. Mengubah kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas selama beberapa tahun atau beberapa bulan jelas tidak mudah. Dan orang yang tidak pernah mengira akan diputus oleh pacarnya, tidak pernah menyiapkan diri jika suatu saat harus mengubah kebiasaan bersama kekasihnya itu. Yang awalnya weekend berdua, menjadi sendiri. Yang awalnya ada teman teleponan tiap malam, menjadi sepi.

Namun apapun alasan orang takut menghadapi patah hati, memang tidak ada orang yang betul-betul siap menghadapinya. Walau demikian, kalau kita bisa berpikir positif dan mengambil hikmah dari setiap kejadian, patah hati akan segera berlalu.

 

AFR150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY