Fase Hubungan Pernikahan

Fase Hubungan Pernikahan

314
0
SHARE
source : wp.com

KabarFemale – Dalam hidup, setiap orang pasti akan melewati masa secara bertahap. Di masa kecil, adalah waktu yang paling tepat untuk bermain. Di usia remaja merupakan masa pencarian jari diri. Di usia dewasa ialah masa bekerja, menikah serta memiliki keturunan. Sedangkan di usia tua, merupakan waktu untuk menikmati kehidupan.

Di masa dewasa, orang akan menikah dan memiliki keturunan. Karena usia dewasa ini, merupakan usia paling produktif manusia. Di usia ini, orang bisa memikul beberapa tanggung jawab sekaligus; tanggung jawab untuk menjadi pasangan yang baik, menjadi orang tua yang bagi anak-anak, serta tanggung jawab bekerja untuk mencari nafkah.

Jika fase kehidupan manusia bertahap, begitu pula dengan pernikahan. Setiap orang yang ditakdirkan bertemu jodohnya di dunia lalu menikah, pasti akan melewati fase pernikahan ini. Ini lah fase pernikahan yang akan dilewati setiap orang yang menikah:

  1. Fase cinta memuncak. Fase pertama ini terjadi saat pasangan suami istri baru menikah. Di saat ini, setiap orang akan merasakan indahnya pernikahan karena adanya cinta yang sedang berada di atas angin. Kebahagiaan pun menyelimuti pasangan pengantin baru beserta keluarganya. Hal yang dipikirkan oleh pasangan suami istri pada fase ini hanya merencanakan masa depan dengan mimpi-mimpi yang indah.
  2. Fase kehadiran anak. Di fase ini, cinta antara suami-istri memang sudah tidak berada di puncaknya seperti saat masih pengantin baru. Tapi kebahagiaan menyelimuti karena kehadiran cinta yang lain; yakni cinta kepada buah hati. Kehadiran anak memberikan kebahagiaan yang lain bagi pasangan suami istri. Namun di fase ini, ujian rumah tangga dari internal mulai hadir pula. Pasangan suami-istri mulai sedikit cekcok hanya karena masalah istri yang sedang ngidam. Suami juga mulai memikirkan bagaimana mendapat penghasilan tambahan untuk persiapan persalinan.
  3. Fase ujian berat pernikahan. Di fase ini, saat memiliki anak sudah dirasa cukup, kebahagiaan yang memuncak sudah tidak lagi hadir. Pasangan suami-istri sudah harus pandai menciptakan kebahagiaannya sendiri dalam menjalani pernikahan. Entah dengan tetap menjaga pengertian dan kemesraan. Serta menghindari halhal yang dapat memicu pertengkaran. Sebab di fase ini, ujian pernikahan sedang berada di atas. Entah itu diuji dengan masalah ekonomi, perubahan sikap pasangan yang tak lagi manis, atau bahkan diuji dengan godaan kesetiaan.
  4. Fase hari tua. Saat usia orang sudah tua, hal ini juga mempengaruhi terhadap hubungan pernikahannya. Di fase ini, percekcokan sudah jarang terjadi, usia sudah tak lagi produktif. Hal yang dipikirkan pasangan suami-istri di fase ini ialah bagaimana agar hidupnya lebih tenang, anak-anak bahagia dan mau merawat orang tuanya yang sudah mulai renta. Di fase ini, pertengkaran sudah nyaris tak hadir. Yang ada hanya kasih sayang yang memuncak antara suami dengan istri.

 

 

AFR150501

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY