Faktor Eksternal Masalah Keluarga

Faktor Eksternal Masalah Keluarga

502
0
SHARE
Source : Engagethebride.com

Masalah dalam keluarga atau rumah tangga merupakan masalah yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Selain faktor internal, masalah keluarga dapat pula dipicu oleh faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan faktor penyebab masalah dari luar. Tidak berasal dari kedua individu yang merupakan pasangan suami istri.

Mengatasi masalah rumah tangga yang disebabkan oleh faktor eksternal tentu berbeda dengan masalah yang dipicu faktor internal. Jika penyelesaian masalah dikarenakan faktor internal, maka penyelesaiannya dimulai dari diri sendiri. Sedangkan untuk masalah yang disebabkan faktor eksternal, setiap pasangan harus berusaha mengendalikan orang atau lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan masalah berarti pada keluarga. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa faktor eksternal masalah dalam keluarga sekaligus cara menghadapi dan menyelesaikannya.

1. Hadirnya pihak ketika. Hadirnya pihak ketiga dalam hal ini bukan hanya dalam arti ‘selingkuhan’. Tetapi bisa juga orang yang memang berniat berusaha mengganggu keutuhan rumah tangga Anda dan pasangan. Pihak ketiga bisa berupa ‘selingkuhan’ atau orang yang memfitnah Anda atau pasangan Anda. Mencegah hadirnya pihak ketiga merupakan cara terbaik. Sebab mencegah lebih mudah daripada mengobati.

Caranya bisa dengan berusaha mengendalikan orang-orang di sekitar kita, atau dengan mengendalikan diri. Mengendalikan orang lain misalnya dengan membuat orang lain sungkan atau enggan berbuat hal-hal negatif terhadap Anda dan keluarga. Satu-satunya cara ialah hanya dengan berbuat baik dan berusaha untuk tidak menyakiti orang. Atau berusaha mengendalikan diri dengan membatasi diri dari pergaulan. Ini sangat efektif untuk mencegah hadirnya pihak ketiga dalam arti ‘selingkuhan’.

2. Orang tua. Memang, tidak ada orang tua yang akan membiarkan anaknya terjun ke dalam jurang. Tapi bisa jadi tindakan orang tua justru menimbulkan masalah dalam rumah tangga anaknya. Misalnya orang tua yang over protektif, orang tua yang terbiasa memanjakan anaknya, atau orang tua yang menyayangi anaknya dengan cara yang tidak tepat. Menghadapi orang tua agar tidak ‘membuat masalah’ dalam rumah tangga Anda dapat dilakukan dengan dua cara.

Pertama, Anda beri pemahaman kepada orang tua hingga mereka betul-betul mengerti. Atau kedua, Anda dan pasangan pisah rumah dari orang tua. Meski cara kedua tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya, setidaknya meminimalisir intensitas orang tua untuk ikut campur.

3. Lingkungan. Lingkungan juga bisa memicu timbulnya masalah dalam rumah tangga. Ini biasanya terjadi pada pasangan baru yang hidup di lingkungan baru, tapi lingkungan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kehidupan mereka. Untuk mengatasi hal seperti ini, Anda dan bisa menyibukkan diri di luar sehingga tidak terlalu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, efek negatif dari lingkungan tersebut bisa diminimalisir. AFR141006

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.