Fakta, Menikah Akan Menambah dan Mempermudah Rejeki

Fakta, Menikah Akan Menambah dan Mempermudah Rejeki

1847
1
SHARE
Fakta, Menikah Akan Menambah dan Mempermudah Rejeki
source : intisari-online.com

KabarFemale Menikah adalah ikatan yang sakral. Dengan menikah, seseorang bisa mencapai kebahagiaan yang sebenarnya sekaligus akan memperoleh ketenangan dalam hidup. Tenang karena tidak khawatir pasangan akan pergi bersama orang lain. Tenang karena pencarian jodoh sudah berakhir. Juga tenang karena sudah bisa dipastikan akan memiliki penerus, yakni anak.
Pernikahan merupakan proses yang mengubah kehidupan seseorang dari berbagai aspek. Dan setiap orang harus siap menghadapi perubahan tersebut. Namun kenyataannya, banyak orang yang belum mau menikah karena merasa belum siap, baik lahir maupun batin. Ketidaksiapan secara batin biasanya karena faktor kurangnya keyakinan untuk memutuskan menikah. Sedangkan ketidaksiapan secara lahir salah satunya karena merasa belum mapan dari segi finansial.

Ya, masalah ekonomi sering kali menjadi alasan seseorang untuk menunda menikah. Padahal dari segi umur, sudah matang dan sangat cukup untuk menikah. Bahkan meski sudah ada dorongan dari keluarga dan pasangan sudah siap, masalah ekonomi masih menjadi alasan untuk menunda menikah.

Memilih untuk menikah sekarang atau nanti memang hak setiap orang. Namun jika alasan menunda pernikahan hanya karena belum betul-betul matang secara finansial, ini perlu ditinjau ulang. Pasalnya, dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad telah menjamin rejeki orang yang menikah. Ini karena dua keterkaitan antara rejeki dan menikah sebagaimana berikut:

  1. Menikah berbanding lurus dengan datangnya tanggung jawab. Kalau kita pikir, jaminan Rasulullah itu ada benarnya. Seiring dengan berubahnya status seseorang dari lajang menjadi menikah, rasa tanggung jawab di dalam diri pun akan datang bersamaan. Saat masih lajang, prinsip hidup mungkin yang penting diri sendiri senang dan hidup dengan damai. Tapi kalau sudah menikah, akan ada dorongan untuk menyenangkan dan memberi ketenangan bagi pasangan. Terlebih bagi seorang pria, tanggung jawab menafkahi pun akan menjadi beban jika tidak dipenuhi. Selama masih memiliki akal sehat dan mampu berpikir sehat, tentu tidak ada orang yang mau dengan sengaja melalaikan tanggung jawabnya.
  2. Tuhan tidak mungkin salah mengatur rejeki. Selain karena datangnya tanggung jawab setelah menikah, jika di”matematis”kan, rejeki satu orang dengan rejeki dua orang tidak lah sama. Rejeki dua orang tentu lebih banyak dibandingkan rejeki satu orang. Bukankah setiap makhluk hidup memiliki rejekinya masing-masing. Meskipun rejeki tersebut melewati tangan atau usaha orang lain. Di antaranya usaha pasangan atau suami.

Ketika dua fakta hubungan antara pernikahan dan rejeki di atas tentu seharusnya membuka hati para pemuda yang masih ragu untuk menikah. Khususnya yang beralasan masalah ekonomi. Tentu memiliki penghasilan jauh-jauh sebelum menikah juga akan menjadi lebih baik.

 

AFR150301

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.