Cinta Yang Membawa Kebahagiaan Sepanjang Hayat

Cinta Yang Membawa Kebahagiaan Sepanjang Hayat

187
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale− Cinta adalah rasa yang sering kali tidak kita sadari keberadaannya. Ia baru akan terasa adanya bila sesuatu atau seseorang yang dicintai jauh dari kita. Dengan kata lain, cinta baru bisa terbukti keberadaan dan kebenarannya bila ia telah diuji. Sebelum cinta diuji, kita tidak akan pernah merasakan betapa kuat cinta di hati kita itu.
Posisi cinta dalam kehidupan kita ialah sebagai warna rasa. Karena merupakan warna, cinta bisa memberikan cita rasa berbeda. Tergantung pada bagaimana pandangan seseorang terhadap cinta. Cinta memberikan kebahagiaan bagi orang yang menghargai hidupnya dengan baik. Namun bisa memberikan kesengsaraan bagi orang yang terlalu mengagung-agungkan cinta melebihi pengagungan kepada Tuhan.
Ada beberapa jenis cinta dalam kehidupan yang mampu memberikan kebahagiaan hakiki. Kebahagiaan dalam arti ketenangan dan keselarasan dalam menjalani kehidupan. Berikut ini cinta yang patut kita renungkan:
1. Cinta Tuhan kepada hamba-Nya. Hakikatnya kita belajar cinta dari kasih Tuhan yang tak terbatas. Mau hamba yang baik atau jahat, semuanya mendapat nikmat dari Tuhan. Dengan nikmat Tuhan kepada hamba yang baik, dinaksudkan agar hamba-Nya itu senantiasa bersyukur. Sedangkan nikmat Tuhan kepada hamba yang tidak baik, dimaksudkan agar hamba tersebut menyadari akan kebaikan Tuhan yang tak pernah ia anggap. Orang yang menyadari betapa Tuhan mencintai hamba-Nya dan tahu bagaimana seharusnya ia menanggapi cinta Tuhan, ia akan tenang menjalani kehidupan.
2. Cinta orang tua kepada anak. Pepatah mengatakan bahwa, ‘kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalah’. Pepatah tersebut ada benarnya. Namun ketika melihat kejadian kasuistik orang tua menyiksa bahkan membuang anaknya, pepatah tersebut menjadi tidak sepenuhnya benar. Orang tua yang tahu bagaimana mencintai anaknya akan memberikan kebahagiaan dalam hidup sang anak. Sebaliknya, bila anak sadar betapa orang tua sangat mencintai dirinya, ia akan lebih menghormati bahkan mencintai orang tuanya. Hal ini juga berlaku pada hubungan antara orang tua asuh dengan anak angkatnya. Juga hubungan antara orang tua pendidik (guru) dengan anak didiknya.
3. Cinta penguasa terhadap daerah yang dipimpinnya. Oleh karena itu, tips paling mudah dalam memilih pemimpin ialah, memilih pemimpin yang lebih mencintai daerahnya dibandingkan cinta kepada dirinya sendiri. Sebab hanya pemimpin yang cinta pada daerahnya lah yang akan berusaha memberikan upaya terbaiknya untuk memperbaiki kondisi wilayahnya.
4. Cinta antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan suci pernikahan. Kebiasaan suatu masyarakat lama-kelamaan akan menjadi sebuah aturan. Namun demikian, tidak ada norma atau aturan yang jauh lebih menenangkan dibandingkan aturan berdasarkan kepercayaan (agama). Faktanya, setiap agama di dunia hanya membenarkan hubungan cinta pasangan laki-laki dan perempuan yang diikat dalam ikatan pernikahan. Jadi pernikahan menjadi satu-satunya hubungan laki-laki dan perempuan yang akan membawa pada kebahagiaan sejati. Selain dari pernikahan, sudah bisa kita lihat sendiri; bisa menimbulkan kekecewaan dan kesedihan yang tak berujung. AFR150701

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY