Beberapa Tindakan yang Membunuh Kreativitas Anak

Beberapa Tindakan yang Membunuh Kreativitas Anak

161
0
SHARE
source : wordpress.com

KabarFemale− Setiap orang dilahirkan dengan potensi besar berupa rasa ingin tahu dan kreativitas. Dari rasa ingin tahu, orang belajar banyak hal sejak ia kecil. Dari kreativitas, orang menghasilkan ‘sesuatu’ atau karya yang unik. Pastinya, setiap anak yang sedang berada dalam vase tumbuh kembang cepat (usia 2-5 tahun), pasti memiliki daya kreativitas yang lebih tinggi. Tentu jika dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Kreativitas seseorang memang berada di puncaknya pada usia 2-5 tahun. Saat anak masih belum mengenal lingkungan sekolah. Namun entah mengapa, semakin tinggi usia anak, daya kreativitasnya semakin menurun. Kemampuan anak untuk melakukan atau membuat hal-hal baru semakin menghilang. Jika sebelumnya anak bisa memanfaatkan beberapa sampah plastik sebagai bahan mainan, maka itu tidak akan terjadi lagi saat usia anak menginjak 7 tahun. Padahal usia demikian masih merupakan usia bermain.

Banyak hal yang menyebabkan kreativitas anak menurun drastis. Bisa karena lingkungan sekolah dan pengaruh lingkungan rumah dan sekitarnya. Bisa juga karena perlakuan atau pola didik orang tua yang kurang tepat. Beberapa tindakan orang tua berikut ini lah yang bisa menyebabkan kreativitas anak terhambat atau bahkan terbuang:

  1. Memarahi anak hingga menjatuhkan mentalnya. Hardikan yang berlebihan sangat berpengaruh terhadap mental anak. Anak yang awalnya pemberani bisa menjadi penakut bila mentalnya jatuh. Anak yang awalnya penurut bisa menjadi pembakang dan sulit diatur. Apalagi jika hardikan tersebut tidak diimbangi dengan ungkapan kasih sayang yang cukup. Rasa takut yang timbul di dalam hati anak akan membuat ia takut pula melakukan hal-hal baru. Meski sebenarnya itu merupakan sesuatu yang positif.
  2. Membiasakan hidup serba instan dan serba berkecukupan. Kekurangan memang terasa tidak menyenangkan di mata anak. Tapi anak tidak akan paham mengenai kekurangan jika ia sebelumnya tidak dikenalkan. Kekurangan sebetulnya akan memacu kreativitasnya. Kreativitas untuk memanfaatkan hal yang ada di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan anak. Misalnya anak ingin bermain mobil-mobilan. Jika orang tua langsung membelikannya, maka itu tidak kreatif. Namun jika orang tua mengajarkan anak membuat mobil-mobilan dari barang bekas, itu akan jauh lebih baik.
  3. Kurang menghargai terhadap hasil jerih payah anak. Sekecil apapun anak, ia juga butuh dihargai oleh orang di sekitarnya. Menghargai jerih payah (apalagi hasil kreativitas) akan memotivasi anak untuk terus berkreasi. Jika tidak dihargai, siapapun pasti akan malas untuk melakukan sesuatu.
  4. Membiarkan anak terlalu menyukai acara televisi. Televisi sebetulnya di beberapa hal memang baik untuk menambah wawasan anak. Namun di lain sisi, televisi akan membawa dampak buruk bagi kreativitas anak. Sebab anak sudah terbiasa melihat, bukan berimajinasi. Sedangkan kreativitas erat kaitannya dengan imajinasi.
  5. Terlalu memaksa anak untuk belajar dan membatasi kegiatan bermain anak. Bermain tetap lah dibutuhkan oleh orang dengan usia berapapun. Apalagi anak-anak, yang memang usianya merupakan usia bermain. Terlalu memaksakan anak untuk belajar hanya akan membuat dia rentan stres. Apalagi bila tidak diimbangi dengan porsi bermain yang cukup. Saat anak sudah malas untuk belajar akibat terlalu dipaksa, kreativitasnya pun akan semakin menurun.

 

 

AFR150801

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY