Alasan Mengapa Hubungan Beda Agama Lebih Dekat pada Kegagalan

Alasan Mengapa Hubungan Beda Agama Lebih Dekat pada Kegagalan

409
0
SHARE
source : wordpress.com

KabarFemale– Cinta tak pernah padang bulu. Ia tidak diatur oleh logika, apalagi diatur oleh aturan yang dibuat manusia. Bahkan cinta bisa membuat orang melanggar aturan Tuhan. Loh, kok bisa? Cinta adalah candu yang bila tak diaplikasikan dengan benar, akan membuat orang yang menjalaninya sakit-sakitan.

Karena cinta datang tak pernah minta izin, ia bisa hadir di antara dua orang yang berbeda agama. Banyak sudah kasus yang membuktikan bahwa cinta antara pria dan wanita beda agama pasti bisa terjadi. Contohnya kisah cinta Jamal Mirdad dan Lidya Kandow. Namun ternyata pada akhirnya, hubungan pernikahan mereka harus berakhir.

Cinta beda agama memang lebih rentan untuk mengalami kegagalan. Bukan karena cinta dua orang yang menjalin hubungan beda agama ini tidak direstui Tuhan. Melainkan karena sebab-sebab sosial psikologis yang membuat keduanya lebih rentan terhadap konflik. Orang yang dididik dengan agama berbeda jelas akan memiliki prinsip yang banyak perbedaan.

Dan inilah alasan mengapa hubungan beda agama sangat rentan mengalami kegagalan:

  1. Perbedaan yang terjadi adalah perbedaan paling mendasar. Agama merupakan keyakinan yang menjadi prinsip paling dasar seseorang dalam menjalani kehidupan. Setiap agama sebetulnya sama-sama mengajarkan tentang kebaikan dan keburukan. Namun demikian, perbedaan agama tetap saja bisa menjadi alasan munculnya konflik dalam hubungan antara pria dan wanita. Karena perbedaan yang terjadi terletak pada hal yang paling dasar dari prinsip hidup setiap orang.
  2. Orang tua yang fanatik akan sangat menentang. Orang tua yang mengamalkan serta mendidik anaknya dengan benar berdasarkan agama kepercayaannya, jelas akan menentang bila anaknya menjalin hubungan dengan orang beda agama. Tidak ada orang tua yang rela kepercayaan anaknya yang sudah dibangun sejak kecil justru terancam ketika dewasa. Dan hubungan yang tak direstui orang tua kemungkinan besar juga tidak akan berhasil.
  3. Selain orang tua, lingkungan pun tidak akan bersahabat. Selain pertentangan yang datang dari orang tua, sikap masyarakat sekitar juga tidak akan bersahabat. Apalagi jika Anda hidup di Indonesia wilayah pedesaan. Dimana masyarakatnya masih secara konsisten menjalankan ibadah keagamaannya dengan baik.
  4. Akan ada kecenderungan untuk mengajak masing-masing untuk mengikuti agamanya. Jika Anda maupun pasangan termasuk orang yang memiliki pengetahuan agama dengan baik, kecenderungan untuk mengajak pasangan pindah agama pasti ada. Kalau pasangan mau menerima ajakan Anda tidak akan ada konflik berarti. Namun jika pasangan Anda menolak, hal ini lah yang akan menimbulkan konflik internal. Pada akhirnya, hubungan akan berakhir pada kegagalan yang membuat keduanya sakit hati.

 

 

AFR150501

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.