Tekanan Darah Yang Normal Selama Hamil

Tekanan Darah Yang Normal Selama Hamil

223
0
SHARE
source : sharingdisana.com

KabarFemale—Wanita hamil berhadapan dengan banyak tantangan terkait dengan perubahan tubuh mereka. Menjaga tekanan darah yang normal jadi hal yang sulit dilakukan. Pemeriksaan tekanan darah secara teratur merupakah hal yang penting untuk dilakukan selama hamil. Banyak wanita tidak mengalami tekanan darah tinggi selama hamil. Tapi tekanan darah tinggi bisa saja dialami beberapa wanita. Pada beberapa kasus, tekanan darah tinggi menjadi parah dan membahayakan bayi dan ibu. Bahkan beberapa wanita bisa mengalami preeklampsia, kondisi medis yang dianggap lebih serius.

Tingkat tekanan darah mengindikasikan masalah potensial yang bisa terjadi selama hamil. Ketika memeriksakan diri, dokter akan memeriksa tekanan darah Anda. Tapi memonitor tekanan darah di rumah memiliki peran penting untuk memastikan perubahan tekanan darah yang mungkin tidak terdeteksi saat kunjungan ke dokter. Resiko preeklampsia atau tekanan darah tinggi bisa berkembang selama hamil dan karenanya Anda disarankan memantau tekanan darah di rumah.

Beberapa wanita hamil lebih banyak mengalami tekanan darah tinggi dibanding tekanan darah normal selama hamil. Tekanan darah tinggi selama hamil bisa menimbulkan sejumlah resiko, antara lain:
– Aliran darah ke plasenta menurun. Tekanan darah tinggi mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke bayi, mengurangi pertumbuhan bayi dan meningkatkan resiko lahir dengan berat badan rendah.
Abrupsi plasenta. Kondisi ini memicu terpisahnya plasenta dari rahim, memutus aliran oksigen ke bayi dan menyebabkan pendarahan berat pada ibu.
Kelahiran prematur. Tekanan darah tinggi bisa memicu kelahiran dini karena komplikasi yang bisa mengancam nyawa.
– Penyakit kardiovaskuler di masa mendatang. Wanita hamil yang mengalami preeklampsia beresiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskuler nantinya meski tekanan darah akan kembali normal setelah melahirkan.

Tekanan darah tinggi bisa terjadi selama atau sebelum hamil dan memiliki tahapan yang berbeda. Berikut adalah jenis tekanan darah selama hamil:
Hipertensi kronis. Kemunculan tekanan darah tinggi sebelum usia kehamilan 20 minggu, dan terjadi pada wanita hamil yang sudah mengalami tekanan darah tinggi sebelum hamil. Dengan kondisi ini, tekanan darah tetap tinggi setelah kehamilan.
Hipertensi gestasional. Adalah berkembangnya tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu. Tekanan darah tinggi ini hanya terjadi selama hamil. Pada tahapan kehamilan, hipertensi gestasional tidak jadi masalah yang besar, meski Anda perlu mendapat penanganan khusus.
Preeklampsia. Preeklampsia berarti munculnya jumlah protein yang tinggi pada urin dan tekanna darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu. Preeklampsia bisa menyebabkan komplikasi serius baik pada ibu maupun janin bila tidak diobati.

AFI150701

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY