Tanda dan Gejala dari Kehamilan Ektopik

Tanda dan Gejala dari Kehamilan Ektopik

167
0
SHARE
© images.emedicinehealth

KabarFemale – Sebagai wanita yang sedang hamil atau sedang mempersiapkan kehamilan, penting sekali untuk membaca dan mengerti info-info seputar kesehatan kehamilan. Mengenai kesehatan ibu hamil sendiri, sakit yang mungkin akan dialami hingga proses persalinan yang akan datang adalah macam-macam informasi yang harus diketahui. Salah satu yang juga harus diketahui oleh wanita yang mempersiapkan kehamilan adalah tentang kehamilan ektopik. Di artikel ini, KabarFemale akan menyajikan informasi lengkap tentang kehamilan tersebut.

Apakah itu Kehamilan Ektopik?

Yang disebut dengan kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan. Kehamilan ini terjadi ketika sel telur yang sudah berhasil dibuahi tidak bisa menempel di rahim melainkan menempel di tempat yang berbeda. Biasanya tempat tersebut dikenal dengan sebutan tuba falopi atau saluran telur. Selain itu, sel telur yang dikatakan sebagai kehamilan ektopik juga bisa menempel di area seperti leher rahim, dalam rongga perut atau bahkan indung telur. Singkatnya, kehamilan ektopik adalah kehamilan yang proses implantasinya tidak di tempat semestinya.

Kehamilan jenis ini terjadi pada 1 persen dari seluruh kehamilan yang ada. Dan jika Anda dideteksi mengalami kehamilan ini, maka sebaiknya Anda segera mendapatkan pertolongan. Mengapa? Jika dibiarkan dalam kondisi tertent, nyawa Anda atau sang ibu juga akan menjadi taruhannya. Anda akan mengalami pendarahan dalam dan bukannya pendarahan keluar sebagaimana mestinya. Dan juga, sangat kecil kemungkinan sang janin bisa bertahan hidup ketika mengalami kehamilan seperti ini.

Apa yang menyebabkan kehamilan ektopik? Umumnya kehamilan ini terjadi karena adanya infeksi di tuba falopi. Namun ada juga faktor lain seperti:

  • Ada riwayat kehamilan ektopik atau pernah mengalami sebelumnya
  • Sang calon ibu pernah operasi pembedahan pada area sekitar tuba falopi
  • Terjadi Diethylstiboestrol selama kehamilan
  • Ada riwayat gonorrhea, klamidia dan juga pelvic inflamamtory disease (PID)

Sayangnya, gejala kehamilan ektopik bisa dikatakan sangat sulit dideteksi oleh dokter. Ini disebabkan gejala-gejala yang dialami oleh ibu hamil dengan kehamilan jenis ini juga biasa dialami ketika kehamilan normal. Namun ada cara untuk mendeteksi yang disarankan, yaitu :

  • Melalui USG. Anda bisa melakukan USG seperti kehamilan normal lainnya. Jika tuba falopi dideteksi mengalami kerusakan maka kehamilan ektopik bisa dicegah.
  • Melalui pengukuran HCG. Jika ketika Anda mengecek kadar HCG dan tidak mengalami peningkatan sebagai mestinya, Anda bisa langsung mengonsultasikan pada dokter. BFI15020204

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY