Stres Dan Kehamilan

Stres Dan Kehamilan

186
0
SHARE
(c) Iflmedicine

RajaNego—Kehamilan menjadi waktu terjadinya banyak perubahan. Tubuh, emosi, dan kehidupan keluarga Anda berubah. Semua perubahan ini bisa mengakibatkan stres. Wajar jika Anda mengalami stres selama hamil. Tapi terlalu stres membuat Anda tidak nyaman. Stres membuat Anda kesulitan tidur, sakit kepala berat, kehilangan selera makan, atau banyak makan.

Stres tingkat tinggi yang berlanjut hingga waktu lama bisa mengakibatkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Saat hamil, stres jenis ini bisa meningkatkan kemungkinan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Bayi yang lahir terlalu dini atau terlalu kecil beresiko mengalami masalah kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan stres tingkat tinggi selama hamil bisa menyebabkan masalah tertentu selama masa kanak-kanak, seperti kesulitan berkonsentrasi atau merasa ketakutan. Ada kemungkinan stres mempengaruhi perkembangan otak bayi dan sistem kekebalannya.

Penyebab stres berbeda pada tiap wanita, tapi berikut ini beberapa penyebab umum stres selama hamil:

  • – Mengalami kehamilan yang tidak nyaman seperti mual, konstipasi, lelah, dan sakit punggung.
  • – Perubahn hormon, yang bisa mengakibatkan perbahan mood. Mood swing membuat stres lebih
  • sulit diatasi.
  • – Rasa khawatir tentang persalinan atau cara merawat bayi.
  • – Keharusan untuk mengatur tanggung jawab pekerjaan dan mempersipkan pengganti selama Anda cuti bekerja.

Berikut ini beberap cara untuk mengatasi stres:

  • – Cari tahu penyebab stres dan bicarakan pada pasangan, teman, atau dokter.
  • – Ingatkan diri Anda bahwa rasa tidak nyaman akibat kehamilan hanya bersifat sementara.
  • – Tetap sehat dan bugar. Makan makanan sehat, perbanyak istirahat, dan berolahraga. Latihan fisik dapat mengurangi stres juga mencegah rasa tidak nyaman yang umum dialami saat hamil.
  • – Kurangi aktifitas yang tidak terlalu penting.
  • – Peroleh dukungan dari pasangan, keluarga, dan teman.
  • – Minta bantuan dari orang yang Anda percayai. Terima bantuan mereka, misalnya ketika Anda harus membersihkan rumah atau menemani ke dokter.
  • – Lakukan aktifitas relaksasi seperti yoga kehamilan dan meditasi.
  • – Ikuti kelas pranatal agar Anda tahu apa yang kemungkinan dialami selama kehamilan dan kapan bayi lahir. Praktekkan teknik pernafasan dan relaksasi yang Anda pelajari di kelas ini.
  • – Bila bekerja, lakukan perencanaan agar ada yang menggantikan pekerjaan saat Anda tidak di kantor.
  • – Jika mengira Anda mengalami depresi, bicarakan pada dokter. Ada banyak cara untuk mengatasi depresi. Pengobatan dan konsultasi dini akan cukup membantu.

 

AFI150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY