Pilih Mentega Atau Margarin?

Pilih Mentega Atau Margarin?

148
0
SHARE
© mayaiv

KabarFemale—Tak heran jika Anda bingung tentang hal ini. Dahulu, mentega tidak sering digunakan. Margarin yang berbahan dasar minyak sayur menjadi populer karena dokter mulai memahami bahaya lemak jenuh.

Tapi beberapa jenis margarin memiliki lemak trans yang tidak sehat, dan ada yang berpendapat mentega adalah pilihan yang alami. Berikut ini kami paparkan produk yang baik dan tidak baik untuk jantung Anda.

Para ahli menyebutkan lebih baik menggunakan olesan lembut yang bebas lemak trans daripada mentega biasa atau margarin batangan. Pilihlah varian dengan jumah lemak jenuh paling sedikit dan nol lemak trans.

Periksa bahan pembuatnya, jika disebut sebagian minyak hidrogenasi, berarti masih memiliki minyak trans (kurang dari 0,5 gram pada tiap peyajian), meski label menyebut bebas lemak trans. Jumlah ini akan semakin bertambah bila Anda menggunakan lebih dari satu penyajian.

Mentega

Mentega bisa terbuat dari satu bahan, yakni susu sapi, yang diaduk hingga mencapai kondisi setengah padat. Secara definitif, mentega terdiri dari setidaknya 80 persen lemak susu. Mentega memiliki varian mentega asin dan tidak asin, dan bisa didapat dalam bentuk batangan padat, yang dikocok dan dikemas dalam tabung plastik.

Mentega bentuk batangan terdiri dari 100 kalori pada tiap sendok makan. Satu penyajian memiliki 11 gram lemak, dan 7 gram lemak jenuh, ini sepertiga dari jumlah yang dianjurkan untuk Anda. Juga ada kandungan 30 mg kolesterol.

Proses pembuatan whipped butter (mentega kocok) adalah dengan menambahkan udara ke mentega, membuatnya lebih ringan dan kurang padat. Jika Anda menggunakan porsi yang sama, Anda mengurangi hingga setengah jumlah kalori dan lemak jenuh dengan memilih whiped butter.

Margarin

Margarin dikenal sejak tahun 1800-an di Perancis ketika mentega langka dan mahal. Margarin dianggap alternatif yang lebih sehat dibanding mentega, tapi juga memiliki lemak trans, yang membuat bahan berdasar minyak ini padat pada suhu ruang.

Untuk tetap padat di suhu ruang, minyak sayur dihidrogenasi, yang menciptakan asam lemak yang bisa meningkatkan LDL, atau kolesterol buruk. Kebanyakan margarin batangan mengandung lemak trans dan atau lemak jenuh.

Sebelumnya margarin hanya dalam bentuk padat dan batangan, penuh dengan lemak jenuh dan lemak trans. Tapi kini margarin ada yang tidak diproses hidrogenasi yang berarti memiliki tingkat lemak jenuh dan lemak trans lebih rendah. Peningkatan lemak trans meningkatkan kolesterol jahat LDL dan merendahkan jumlah kolesterol baik HDL.

Satu atau dua gram lemak trans mungkin tidak banyak, tapi bahkan jumlah yang kecil buruk untuk jantung. Anda dianjurkan untuk mengunakan lemak trans serendah mungkin. Kini tersedia varian bebas lemak trans jika Anda perlu mentega keras atau margarin untuk memanggang.

 

AFI150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY