Penyebab Kehamilan Ektopik Dan Siapa Saja Yang Beresiko Mengalaminya?

Penyebab Kehamilan Ektopik Dan Siapa Saja Yang Beresiko Mengalaminya?

337
0
SHARE
Penyebab Kehamilan Ektopik Dan Siapa Saja Yang Beresiko Mengalaminya?
Source : idiva.com

KabarFemale—Penyebab kehamilan ektopik tidak selalu bisa dijelaskan. Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi gagal menempel di rahim. Pada kebanyakan kehamilan ektopik, sel telur akan menempel pada tuba fallopi. Bisa juga menempel pada rongga perut atau serviks. Kehamilan ektopik terjadi pada satu dari 50 kehamilan. Di luar rahim, sel telur yang telah dibuahi tidak bisa bertahan. Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan serius jika tidak ditangani. Penanganan dini bisa mencegah masalah kesuburan juga komplikasi kesehatan di masa mendatang.

Yang menjadi penyebab kehamilan ektopik

Pada beberapa kasus, beberapa kondisi berikut bisa menjadi penyebab kehamilan ektopik:
– Peradangan dan luka pada tuba fallopi dari kondisi medis sebelumnya atau pembedahan
– Faktor hormonal
– Cacat lahir
– Genetik
– Kondisi medis yang mempengaruhi bentuk dan kondisi tuba fallopi dan organ reproduksi.

Yang beresiko mengalami kehamilan ektopik

Semua wanita yang aktif secara seksual memiliki resiko mengalami kehamilan ektopik. Faktor resiko meningkat dengan adanya kondisi berikut:
– usia lebih dari 35 tahun
– riwayat pembedahan panggul, perut, atau aborsi berulang
– riwayat penyakit peradangan panggul
– riwayat endometriosis
– merokok
– mengalami kehamilan ektopik sebelumnya
– riwayat penyakit menular melalui hubungan seksual

Gejala kehamilan ektopik

Mual dan nyeri payudara, yang juga wajar di kehamilan normal, menjadi tanda kehamilan ektopik. Gejala berikut ini perlu diperiksakan ke dokter:
– Rasa sakit yang tajam di perut, panggul, bahu, atau leher.
– Pendarahan ringan hingga berat
– Tekanan pada rektum.

Jika mencurigai Anda mengalami kehamilan ektopik, segera periksakan diri ke dokter. Kehamilan ektopik tidka bisa didiagnosa dari luar. Dokter harus melakukan pemeriksaan fisik. Dokter bisa melakukan tes darah untuk mengukur tingkat hCG dan progesteron, jika tingkatnya tidak wajar, tes tambahan bisa dilakukan.

Bila tes darah mengarah pada satu masalah, dokter bisa melakukan USG transvaginal, untuk mengkonfirmsi diagnosa kehamilan ektopik. Pada kasus yang berat, tuba fallopi bisa rusak dan berdarah. Pembedahan darurat dilakukan dengan membuat goresan pada area perut. Prosedur ini tidak hanya untuk memastikan diagnosa kehamilan ektopik tapi juga untuk memberi perawatan darurat.

Banyak ahli bedah memilih pembedahan laparoskopik untuk mengangkat embrio dan memperbaiki kerusakan internal. Setelah pemberian anesthesi, kamera berukuran kecil dimasukkan ke goresan di perut. Irisan tambahan bisa dibuat agar alat bisa masuk untuk mengangkat embrio dan memperbaiki tuba fallopi. Bial tuba fallopi sudah rusak berat, maka harus diangkat saat pembedahan. Pasien kemudian diharuskan beristirahat. Pemeriksaan berikutnya dilakukan untuk memastikan embrio telah sepenuhnya terangkat atau terserap oleh tubuh.

BFI15030313

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY