Olahraga dan Kehamilan

Olahraga dan Kehamilan

162
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale—Pertanyaan yang selalu muncul di benak wanita yang baru hamil adalah, “Apakah aman berolahraga ketika hamil?”

Bila kehamilan Anda tidak mengalami komplikasi, Anda boleh berolahraga selama hamil. Anda dianjurkan bicara lebih dulu pada dokter untuk memandu tingkat dan jenis olahraga yang tepat untuk Anda karena tiap kehamilan berbeda. Tapi secara umum olahraga selama hamil dianjurkan, aman, dan memberi banyak sekali manfaat.

Manfaat olahraga selama hamil
Seperti menjaga kebugaran sebelum hamil bisa memberi banyak manfaat, berolahraga selama hamil juga banyak keuntungannya. Menjaga latihan fisik yang teratur selama hamil bisa mengontrol berat badan, juga meningkatkan mood.

Dalam sebuah penelitian, ibu yang berolahraga secara teratur selama hamil bisa secara signifikan mengurangi dan mencegah resiko kelahiran sesar. Calon ibu yang berolahraga sepanjang kehamilan menjalani persalinan lebih singkat dan kurang beresiko mendapat bantuan medis selama persalinan. Olahraga selama hamil juga membuat bayi memiliki akses untuk mendapat aliran darah, oksigen, dan nutrisi.

Para ahli menganjurkan Anda menjalani antara 20 hingga 30 menit olahraga setiap hari. Jangan lakukan olahraga lebih dari 45 menit. Tapi bila tingkatnya rendah Anda bisa lakukan lebih lama. Beberapa jenis olahraga yang bisa Anda coba antara lain:
– Berenang, baik untuk mengurangi resiko kepanasan
– Berjalan kaki
– Olahraga air
– Pilates
– Yoga

Sedangkan beberapa jenis olahraga yang harus Anda hindari:
– Menunggang kuda
– Ski
– Roller blade
– Roller skate
– Olahraga kontak fisik

Anda perlu waspada dengan perubahan yang terjadi di tubuh selama hamil dan bagaimana hal ini mempengaruhi rutinitas olahraga Anda setiap hari. Selama hamil, karena perubahan hormon, berant badan meningkat dan detak jantung naik, kemampuan untuk berolahraga akan berubah. Untuk menghindari masalah, waspadai gejala selama atau setelah olahraga berupa:
– Peningkatan detak jantung
– Merasa pusing
– Nafas pendek
– Sakit kepala
– Mual
– Kontraksi rahim
– Pendarahan vaginal
– Cairan ketuban bocor
– Sakit di punggung atau panggul
– Gerakan bayi berkurang
– Mata kaki, wajah, dan tangan bengkak

Bila muncul tanda-tanda di atas, Anda harus menghentikan olahraga dan menghubungi dotker. Selama berolahraga, ambil langkah pencegahan dengan:
– Tidak menaikkan suhu tubuh terlalu tinggi karena Anda akan kepanasan
– Bila detak jantung meningkat terlalu tinggi, Anda akan membatasi aliran darah ke bayi.
– Setelah kehamilan usia 13 minggu jangan berbaring telentang karena bisa mengurangi tekanan darah.
– Jangan sampai terkilir atau terjatuh karena tubuh melepaskan hormon yang membuat Anda semakin rentan mengalami cedera.

AFI150401

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY