Menjalani Kehamilan Sambil Mengurus Anak

Menjalani Kehamilan Sambil Mengurus Anak

133
0
SHARE
Menjalani Kehamilan Sambil Mengurus Anak
Source: vradiofm.com

KabarFemale—Kehamilan kedua jadi momen yang berbeda. Dulu, di kehamilan pertama, Anda bisa mendapat istirahat yang cukup, tidak mengangkat beban berat, dan mandi berlama-lama. Memasuki kehamilan kedua, Anda juga mengalami tekanan menjadi ibu, dan itu berarti Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan sendiri sebagai prioritas. Masa kehamilan akan habis dengan kesibukan mengurus anak yang ada.

Menjalani kehamilan sekaligus menjadi ibu, bagaimana Anda bisa mengatasinya? Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda bertahan di kehamilan kedua:

Buat ekspektasi yang realistis
Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyesuaikan ekspektasi Anda. Jika Anda memiliki anak kecil, maka tidak mungkin Anda menjalani kehamilan seperti yang dulu. Anda masih harus mengurus sekolahnya, menghadapi tantrum, dan hal berantakan lainnya. Jangan berharap kehamilan ini akan sama seperti yang dulu, pasti akan berbeda, jadi terima kondisi ini.

Luangkan waktu untuk diri sendiri
Ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, terutama jika ada anak kecil di rumah, tapi penting untuk punya waktu buat diri sendiri. Kehamilan banyak menuntut,bayi yang berkembang juga menimbulkan kelelahan secara mental dan emosional, jadi Anda harus pastikan punya waktu untuk sendiri. Luangkan sekitar 10 menit tiap hari untuk rileks agar tingkat stres berkurang dan membuat Anda tidur lebih baik di malam hari. Kelas yoga kehamilan seminggu sekali bisa membantu Anda melakukan teknik pernafasan selama persalinan nanti.

Pahami anak
Penting untuk memahami bagaimana perasaan anak Anda tentang kehamilan Anda. Meski mereka tidak bisa mengungkapkan perasaan, mereka tentu merasakan ada yang berbeda. Jangan salah-artikan tingkahnya yang menyebalkan, biasanya perilaku ini adalah permintaan bantuan untuk perasaan mereka. Anak Anda memiliki kecemasan tersendiri tentang kelahiran saudara kandungnya, dan memahami semua ini akan membantu Anda memberi dukungan yang lebih baik. Bergantung usia anak, Anda bisa langsung menanyakan perasaannya. Pastikan anak tahu kalau tak apa mengungkapkan perasaannya tentang bayi yang akan lahir, meski perasaan yang tidak positif.

Libatkan anak
Satu cara untuk mendorong transisi yang mudah dari anak satu-satunya menjadi seorang kakak adalah dengan melibatkan anak dalam kehamilan. Mulai dari memeriksakan kehamilan, merasakan tendangan bayi, dan membantu memilih benda khusus untuk bayi. Ada banyak cara untuk membantu anak senang dengan calon adiknya. Belilah buku yang sesuai umurnya yang menjelaskan tentang kehamilan, kelahiran, dan bayi, lalu habiskan waktu membaca bersama.

Terima bantuan
Anda akan merasa sangat kelelahan bila melakukan semuanya sendirian. Jika Anda punya keluarga atau teman yang menawarkan bantuan untuk merawant anak, berbelanja, atau merapikan rumah, katakan “ya” untuk membuat hidup Anda lebih mudah. Jika belum ada yang menawarkan bantuan, jangan sungkan untuk meminta dari orang di sekitar Anda.

AFI150301

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY