Mengolah Makanan di Dapur Selama Hamil

Mengolah Makanan di Dapur Selama Hamil

160
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale—Anda akan lebih tahu keamanan makanan bila Anda memasaknya sendiri. Hal ini penting terutama di saat hamil, ketika Anda perlu memastikan makanan yang Anda konsumsi tidak berdampak negatif pada Anda dan janin. Menyiapkan makanan dengan aman cukup mudah jika Anda mengikuti aturannya.

Mencuci
Mencuci tangan, juga lap, permukaan dapur, spon dan semua yang terkait proses persiapan makanan, termasuk makanan itu sendiri. Apapun yang Anda rencanakan untuk dimakan, apapun yang bersentuhan dengan apa yang akan Anda makan, harus dalam kondisi bersih. Ektra hati-hati ketika mengolah daging mentah, telur, unggas atau ikan, cuci tangan Anda dengan air hangat dan sabun sebelum dan setelah Anda menyentuh makanan ini, dan pastikan untuk membersihkan tangan segera setelah Anda selesai, beserta peralatan masak, papan potong, dan lap yang Anda gunakan.

Cuci bagian tutup kaleng sebelum membukanya agar kotoran dan bakteri tidak mencemari isinya. Cuci buah dan sayur hingga bersih sebelum memakannya, meski buah akan Anda kupas. Ada satu pengecualian, jangan membilas daging atau unggas mentah. Anda tidak akan menghilangkan bakterinya, hanya dengan memasaknya bisa membunuh bakteri, mencucinya hanya akan menyebarkan bakteri ke tempat cuci piring dan permukaan dapur.

Penyimpanan makanan
Simpan makanan yang belum dimasak yang tidak tahan lama dibawah suhu 40 derajat F, dan jangan biarkan di atas 40 derajat F lebih dari dua jam. Dinginkan di kulkas makanan segar yang belum akan disajikan atau dimasak dalam waktu dekat. Simpan makanan panas pada suhu di atas 140 derajat F hingga disajikan. Bila belum akan disajikan, dinginkan di kulkas dan panaskan hingga mendidih ketika akan dimakan.

Matang sempurna
Ketika mengolah daging, ikan, atau unggas, setengah matang berarti belum matang bagi Anda. Iris ayam yang Anda masak, bila cairannya berwarna merah, berarti belum matang, jadi masukkan lagi ke oven dan biarkan hingga cairannya berwarna jernih. Potong daging di bagian paling tebal dan pastikan bagian tengahnya berwarna abu atau coklat. Akan lebih baik bila Anda menggunakan termometer untuk memeriksa kematangan masakan. Ayam utuh akan matang sempurna di suhu 180 derajat F, paha ayam matang pada suhu 170 derajat F, dan ikan matang pada suhu 145 derajat F.

Penggunaan telur
Pilih telur yang dalam kondisi baik, buang telur yang telah retak. Ketika memasak telur, masak hingga bagian putih menjadi padat dan kuning telur menjadi tebal. Jangan pernah mengkonsumsi telur mentah kecuali Anda menggunakan telur yang diproses pasteurisasi.

AFI150501

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY