Mengatasi Rasa Kecewa Karena Jenis Kelamin Bayi

Mengatasi Rasa Kecewa Karena Jenis Kelamin Bayi

271
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale—Rasa kecewa karena jenis kelamin bayi merupakan topik yang kontroversial diantara para orangtua, yang jarang dibicarakan. Mereka yang mengalaminya biasanya merasa putus asa menemukan orang yang bisa dipercaya dan berbicara tentang emosi yang mereka alami.

Kekecewaan karena jenis kelamin bayi yang belum lahir cukup umum terjadi dan tak ada yang perlu merasa malu karenanya. Berikut ini ada beberapa alasan kenapa wanita merasa kecewa dengan jenis kelamin bayi dalam perut mereka:
– Mereka mengalami kekerasan saat kecil.
– Mereka merasa tidak mampu dekat dengan gender tertentu.
– Mereka sudah memiliki beberapa anak dengan gender yang sama.
– Tekanan dari keluarga untuk memenuhi kebutuhan gender tertentu.

Terima emosi yang Anda rasakan
Langkah pertama adalah mengenali rasa kecewa dan jujur pada diri sendiri. Jangan merasa malu jika rasa sedih Anda terlihat. Banyak wanita yang langsung mengusap air mata, memperbaiki make-up, dan berusaha tersenyum sebelum meninggalkan ruang USG. Tapi bila Anda tidak membiarkan emosi ini muncul, akan lebih sulit untuk mengatasi pikiran yang negatif. Perasaan Anda bukan tentang baik atau buruk. Jadi terima apa yang Anda rasakan dan biarkan orang lain, terutama pasangan, mengetahuinya. Bila Anda tidak bisa membicarakan rasa kecewa ini dengan pasangan, Anda bisa mencari konselor atau seorang teman yang tidak menghakimi.

Mengatasi rasa cemas
Tanyakan kenapa Anda merasa kecewa. Apakah Anda kecewa karena tumbuh diantara saudara laki-laki dan membayangkan rumah jadi arena gulat dan bermain anak lelaki Anda? Apakah Anda membayangkan pergi berbelanja bersama anak perempuan? Bisa saja putri yang Anda kandung adalah anak perempuan tomboy yang suka sepakbola atau ia adalah anak lelaki yang mencintai seni dan tidak suka olahraga.

Terlebih lagi, meksi Anda mendapat anak dengan jenis kelamin yang Anda inginkan, ia tetap tidak tumbuh dengan minat atau kepribadian yang Anda harapkan berdasarkan jenis kelaminnya.

Mungkin Anda beranggapan Anda akan jadi orangtua yang lebih baik bila anak Anda berjenis kelamin seperti yang Anda harapakan. Misalnya, “Saya tidak bisa main sepakbola jadi bagaimana saya akan mengajarkannya pada anak lelaki saya nanti?” Anda tidak perlu bisa, dan Anda tidak perlu suka bermain barbie untuk membesarkan seorang anak perempuan. Anda akan belajar tetang apa yang Anda butuhkan.

Bila Anda merasa sangat cemas, berkunjunglah ke rumah teman atau kerabat yang memiliki anak dengan gender yang sama seperti calon bayi Anda, jadi Anda bisa membayangkan apa yang akan Anda alami nanti. Misalnya bila calon bayi Anda laki-laki, luangkan waktu bersama anak laki-laki dari salah-satu teman Anda. Tanyakan pada teman Anda tentang membesarkan anak lelakinya, apakah berbeda dengan membesarkan anak perempuan.

AFI150501

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY