Mengajak Anak Mengerjakan Tugas Rumah

Mengajak Anak Mengerjakan Tugas Rumah

119
0
SHARE
© home-storage-solutions-101

KabarFemale—Anak akan melakukan apa saja untuk lari dari tanggung jawab mengerjakan tugas rumah. Alasan yang biasa terlontar dari mulut mungilnya mulai dari “Aku sakit perut, Bun” hingga “Aku kan masih anak-anak. Anak-anak ga bisa ngerjain tugas rumah.”

Faktanya, sebuah survey menemukan bahwa 74 persen orangtua melaporkan kalau anak mereka jarang membantu tugas rumah kecuali diminta. Dan 50 persen orangtua mengatakan mereka menghabiskan banyak waktu untuk berdebat dengan anak tentang tugas rumah.

Bagi banyak orangtua, akan lebih mudah bila mengerjakan tugas rumah sendiri, tapi berikut ini beberapa saran agar anak mau melakukan tugas rumah.

Gunakan tugas rumah untuk mengajarkan keterampilan hidup

Ketika anak melakukan tugas rumah, mereka belajar tentang tanggung jawab. Mereka belajar kalau hidup butuh bekerja. Bagi anak, tugas rumah lebih dari sekedar membantu orangtua, ini adalah pelajaran untuk keterampilan hidup yang mendasar. Dengan memotong rumput, atau mencuci pakaian, anak memahami bagaimana dunia di sekitarnya bekerja.

Penugasan berdasarkan usia. Tugas yang di luar jangkauan anak akan membuat ia segan mengerjakannya. Saran berikut bisa Anda terapkan sebagai permulaan untuk membagi tugas rumah berdasarkan usia anak:

  • Usia 4-5 tahun : menyortir kaos kaki, membereskan mainan, membantu menyiapkan meja, menumpuk majalah.
  • Usia 6-7 tahun : mengajak jalan-jalan hewan peliharaan, menyiapkan makan siang, merapikan tempat tidur.
  • Usia 8-9 tahun: menyiapkan meja makan, membersihkan tempat cuci tangan di kamar mandi, memberi makan dan memandikan hewan peliharaan.
  • Usia 10-11 tahun: merapikan barang belanjaan, melipat cucian, membuang sampah.
  • Usia 12-13 tahun: menggunakan mesin cuci, mengganti sprei, memotong rumput, membuat masakan sederhana, membersihkan shower dan toilet.

Buat tugas rumah bersifat personal

Membersihkan kamar sendiri akan lebih masuk akal bagi anak Anda dibanding jika ia harus membersihkan kamar kakaknya. Personalisasi sangat penting karena Anda mengajarkan bagaimana anak merawat dirinya sendiri.

Variasikan tugas rumah pada tiap anak

Anda bisa gunakna sistem rotasi atau minta anak mengambil kartu undian untuk melihat tugas yang harus dilakukan dalam minggu ini. Apapun caranya, lebih baik merotasi tugas dibanding anak melakukan tugas yang sama setiap waktu. Dengan begitu, anak menjadi mahir pada beberapa tugas berbeda. Dan Anda bisa menghindari kelebih-sukaan anak pada tugas tertentu.

Perlihatkan tugas rumah yang harus dikerjakan

Beberapa tugas perlu dilakukan setiap hari, ada yang sekali dalam seminggu. Tempelkan papan berukuran kecil di lemari pendingin berisi tugas yang harus dikerjakan anak. Seluruh keluarga bisa melihat daftar tugas dan anggota keluarga yang bertanggung jawab mengerjakannya.

Bersikap realistis

Anda memang perlu memperjelas tentang tugas yang dianggap telah terlaksana. Tapi coba sederhanakan standar Anda, terutama pada anak yang masih kecil. Jika si kecil tahu Anda mendatangi kamarnya untuk merapikan kembali tempat tidur yang telah ia rapikan, selanjutnya anak akan membiarkan Anda melakukan tugas ini. Pujian akan membantu membangun rasa percaya diri dan membuat penugasan menjadi lebih lancar ke depannya.

 

AFI150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY