Kram Di Trimester Pertama Kehamilan

Kram Di Trimester Pertama Kehamilan

246
0
SHARE
© lowerabdominalpaintreatment

KabarFemale—Kram perut di trimester pertama kehamilan merupakan hal yang umum terjadi. Meski rasa sakit di awal kehamilan tidak perlu dikhawatirkan, Anda tetap perlu memberitahukannya pada dokter atau bidan.

Apakah normal mengalami kram di trimester pertama kehamilan? Pada beberapa kasus, kram perut ringan merupakan bagian dari trimester pertama kehamilan. Biasanya kram ini karena perubahan fisik yang dialami tubuh yang bersiap untuk membesarkan janin.

Beberapa wanita mengalami kram disertai pendarahan ringan ketika embrio tertanam di dinding rahim. Ini terjadi di waktu yang sama mensturasi dimulai. Kram juga akan terasa ketika rahim mulai berubah bentuk dan tumbuh untuk mengakomodasi bayi. Beberapa wanita mengalami kram ketika orgasme selama berhubungan seks, ini mungkin terdengar menakutkan, tapi tak ada yang menghalangi Anda untuk berhubungan seks kecuali dokter memintanya.

Pada kehamilan minggu 12 banyak wanita mulai mengalami rasa sakit yang tajam pada salah-satu atau kedua sisi paha ketika berdiri atau berputar. Ini karena persendian yang menopang rahim merenggang. Kram perut terasa seperti rasa sakit dan kram lainnya. Anda mengalami rasa sakit yang terasa seperti heartburn atau sakit menstruasi di trimester pertama kehamilan. Untuk meredakan kram perut, coba lakukan hal berikut:

  • Minum dosis paracetamol yang dianjurkan
  • Coba rileks dengan mandi air hangat
  • Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang
  • Berbaring dengan botol berisi air hangat sebagai kompres
  • Meminta orang lain memijat bagian bawah punggung Anda.

Meski kram perut ringan sangat normal dan bagian dari trimester pertama kehamilan, ada baiknya Anda memberitahukan hal ini pada bidan atau dokter, terutama bila bertambah parah. Mereka bisa memastikan tidak ada masalah seperti konstipasi atau infeksi saluran urin. Konstipasi berarti Anda kesulitan untuk buang air besar. Konstipasi bisa terjadi pada bayi, anak kecil, maupun orang dewasa, tapi lebih umum pada bayi yang minum susu formula dan wanita hamil.

Konstipasi kehamilan disebabkan oleh hormon progesteron, yang memiliki efek membuat otot rileks. Hormon ini bisa memperlambat proses pencernaan. Konstipasi dialami lebih dari sepertiga calon ibu, jika berlanjut bisa mngakibatkan hemoroid.

Bila Anda mengalami bercak darah atau pendarahan disertai kram, segeralah bertemu bidan atau dokter. Bercak darah sering menjadi gejala normal di awal kehamilan, tapi bisa menjadi tanda awal keguguran atau kehamilan ektopik. Dokter atau bidan bisa memeriksa Anda atau merekomendasikan USG dini untuk memastikan semua baik-baik saja.

 

BFI150203

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY