Konsepsi Dan Gejala Awal Kehamilan

Konsepsi Dan Gejala Awal Kehamilan

373
0
SHARE
Source : thestar.com

KabarFemale—Kebanyakan penelitian tentang konsepsi dan kehamilan menunjukkan kalau janin dikandung sekitar dua minggu sebelum jadwal menstruasi berikutnya, yang sama artinya dengan konsepsi dimulai dua minggu setelah tanggal awal menstruasi terakhir Anda. Sayangnya gejala awal kehamilan belum muncul karena tubuh tidak memberitahu kalau konsepsi terjadi sehingga kemungkinan Anda tidak menyadarinya.

Hormon dan gejala awal kehamilan

Ketika bayi sepenuhnya tertanam di rahim, hormon yang disebut human gonadotrophin hormone (HCG) terlepas ke aliran darah. Tingkat hCG awalnya sangat rendah, tapi konsentrasinya dengan cepat meningkat di hari-hari berikutnya untuk memproduksi gejala awal kehamilan pada wanita.

Tingkat hCG juga menjadi dasar untuk deteksi kehamilan dengan alat tes kehamilan. Ini sebabnya tanda awal kehamilan tidak diketahui hingga waktu menstruasi berikutnya yang biasa terjadi, atau 12 hingga 14 hari setelah fertilisasi.

Konsepsi biasanya terjadi ketika sperma membuahi sel telur di tuba fallopi dan perlu sekitar 6 hari untuk sel telur yang telah dibuahi mencapai rahim, dan ibu bisanya tidak menyadari perubahan fisik yang terjadi di tubuhnya. Dibutuhkan 6 hari lagi untuk sel telur yang telah dibuahi untuk sepenuhnya tertanam di lapisan rahim dan mulai berinteraksi dengan tubuh.

Interaksi ini berupa tubuh menyediakan nutrisi dari aliran darah untuk sel telur yang telah dibuahi yang kini disebut zigot. Sel telur yang telah dibuahi juga memprodukdsi homon yang bergerak ke tubuh untuk mendukung kehamilan.

Pada banyak kasus, wanita tidak merasakan gejala apapun hingga satu atau dua minggu setelah tanggal menstruasi, yang secara teknis berarti 5 atau 6 minggu kehamilan dan tingkat hCG cukup tinggi untuk mempengaruhi tubuh. Wanita yang hamil kembar merasakan gejala kehamilan yang lebih intens dan lebih dini karena tingkat hCG yang lebih tinggi di sistem tubuh. Hormon lain selaian hCG juga meningkat selama kehamilan, terutama progesteron dan estrogen, yang berkontribusi pada banyaknya gejala awal kehamilan.

Perubahan hormon di awal kehamilan
Progesteron adalah hormon wanita dan dibuat oleh corpus luteum di ovarium dan plasenta. Progesteron mempersiapkan endometrium pada rahim untuk menerima dan menjaga sel telur yang telah dibuahi. Progeteron penting untuk tetap menjaga kehamilan.

Progesteron naik sebelum menstruasi tapi terus meningkat setelah menstruasi terlewat. Kebanyakan wanita tidak mengalami tanda kehamilan hingga setelah menstrusi terlewat dan hormon meningkat ke tingkat yang tidak biasa bagi tubuh.

Beberapa wanita tidak merasakan tanda awal kehamilan lebih awal dari 5 hingga 6 minggu kehamilan, terutama jika mereka pernah punya bayi sebelumnya karena tubuh jadi lebih sensitif pada hormon dan mereka tahu ada yang berbeda pada saat sebelum menstruasi.

BFI150403(12)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY