Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

181
0
SHARE
Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
Source: detik

KabarFemale — Kehamilan merupakan hasil dari pembuahan sel telur dan sel sperma. Pada keadaan normal sel hasil pembuahan akan menempel pada endometrium atau dinding rahim. Akan tetapi sekitar 2% sel telur mengalami keadaan tidak normal dan menempel pada organ lain selain rahim. Biasanya bisa terjadi pada ovarium, rongga perut, serviks, dan leher rahim. Keadaan inilah yang dinamakan dengan kehamilan ektopik di mana sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada tempat yang seharusnya.
Penyebab kehamilan ektopik di antaranya:
1. Kerusakan tuba falopi seperti akibat adanya inflamasi
2. Rusaknya silia atau organ pergerakan sel
3. Hormon yang tidak seimbang
4. Douching atau pencucian vagina
5. Kehamilan pada usia wanita yang telah lanjut antara 35 atau 40 tahun

Pada awalnya gejala kehamilan ektopik hampir sama dengan gejala kehamilan pada umumnya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu maka akan muncul gejala lain yang menandakan sebagai kehamilan ektopik di antaranya:
1. Nyeri tulang panggul
2. Nyeri pada perut
3. Adanya pendarahan ringan pada vagina
4. Berhentinya menstruasi
5. Mual-mual dan muntah
6. Bahu terasa nyeri
7. Terasa sakit seperti ada tekanan pada rectum ketika buang air besar
8. Bila tuba falopi mengalami robek, maka akan terjadi pendarahan hebat bahkan dapat menghilangkan kesadaran

Bila terjadi gejala-gejala seperti di atas apalagi sampai terjadi pada gejala poin 8 maka segera kunjungi dokter atau rumah sakit terdekat. Karena kehamilan ektopik membutuhkan penanganan segera.

Berikut cara mengatasi terjadinya kehamilan ektopik
Karena perkembangan sel telur yang abnormal di luar rahim, maka sel telur yang sudah dibuahi tidak bisa berkembang dengan maksimal. Maka hal ini harus segera mendapatkan perawatan medis dengan mengangkat jaringan ektopik agar tidak sampai terjadi komplikasi yang membahayakan.
Jika Anda mengalami gejala kehamilan ektopik maka segeralah menuju ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan serius. Biasanya dokter akan memberikan perawatan suntikan methotrexate. Pemberian obat ini akan menghentikan perkembangan ektopik sekaligus menghancurkan jaringan sel-sel yang terbentuk.
Setelah itu dokter akan selalu memantau tingkat hCG dari pasien. Jika setelah menerima suntikan, tingkat hCG pada darah masih terlihat tinggi, maka masih dibutuhkan lagi suntikan methotrexate pada pasien. Namun dalam pemberian suntikan ini akan terjadi efek samping seperti mual-mual, muntah, dan adanya gangguan hati.
Untuk itu bila Anda mendapati adanya gejala kehamilan ektopik, maka segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan perawatan sejak dini.

BFI15040119

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY