Kehamilan Ektopik Adalah Salah-Satu Penyebab Kematian Ibu

Kehamilan Ektopik Adalah Salah-Satu Penyebab Kematian Ibu

125
0
SHARE
© doctortipster

KabarFemale—Kehamilan ektopik adalah ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim, biasanya di salah-satu tuba fallopi. Ini berarti sel telur tidak akan berkembang menjadi bayi, yang menjadi hal berat bagi wanita hamil.

Kadang kehamialn ektopik tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan hanya terdeteksi selama tes kehamilan. Tapi kebanyakna wanita merasakan gejalanya, yang biasanya muncul sekitar kehamilan minggu 5 hingga 14.

Kehamialn ektopik adalah kondisi yang perlu segera diatasi

Jika kehamilan ektopik terdeteksi di tahap awal kehamilan, pengobatan yang disebut methotrexate kadang dibutuhkan untuk menghentikan berkembangnya sel telur. Jaringan kehamilan lalu diserap ke tubuh wanita.

Tapi pada beberapa kasus, sel telur mati sebelum tumbuh. Kehamilan ektopik yang diketahui sudah berkembang akan membutuhkan pembedahan untuk mengangkat sel telur. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang jika dibiarkan, muncul resiko sel telur terus tumbuh dan menyebabkan tuba fallopi rusak, yang bisa menyebabkan pendarahan internal yang membahayakan keselamatan.

Tuba fallopi yang pecah membutuhkan perawatan medis darurat. Tanda tuba fallopi pecah antara lain:

  • Rasa sakit yang tajam dan tiba-tiba
  • Merasa pusing
  • Nyeri pada pinggir bahu

Gejala kehamilan ektopik bisa berupa:

  • – Pendarahan vaginal yang tidak normal
  • – Rasa sakit di perut, biasanya di satu sisi saja, yang bisa ringan hingga berat
  • – Amenorrhoea

Kehilangan kehamilan bisa menjadi hal menyedihkan bagi banyak wanita. Mereka merasa berduka seperti kehilangan anggota keluarga. Rasa duka ini bisa berlangsung hingga 6 atau 12 bulan, meski perasaan ini akan membaik dengan sendirinya.

Berapa lama waktu yang dianjurkan untuk mencoba hamil kembali akan bergantung pada kondisi spesifik Anda. Dokter bisa memberi saran tentang kapan waktu yang aman melakukannya. Pada kebanyakan kasus disarankan Anda menunggu selama setidaknya dua kali siklus menstruasi sebelum mencoba hamil kembali.

Ini akan memberi waktu untuk pemulihan tuba fallopi. Bila Anda menjalani perawatan methotrexate, Anda harus menunggu setidaknya selama 3 bulan. Tapi banyak wanita yang secara emosional tidak siap untuk segera hamil lagi.

Kesempatan untuk kehamilan yang sehat bergantung pada kondisi kesehatan tuba fallopi. Umumnya, 65 persen wanita sukses hamil 18 bulan setelah mengalami kehamilan ektopik. Jika Anda tidak bisa hamil dengan cara normal, maka metode kesuburan seperti bayi tabung bisa menjadi pilihan.

BFI150203

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY