Gejala Kehamilan Gagal

Gejala Kehamilan Gagal

194
0
SHARE
Source: Maerakluke

KabarFemale — Khawatir mengalami gejala kehamilan gagal adalah hal yang wajar. Tapi berikut ini beberapa kondisi yang perlu diwaspadai berkaitan dengan hal ini.

Yang menjadi gejala kehamilan gagal

Pendarahan. Pendarahan biasanya menjadi gejala kehamilan gagal paling awal. Tapi tidak semua pendarahan berarti Anda akan mengalami kegagalan untuk hamil, karena hal ini juga umum terjadi di trimester pertama. Tapi berhati-hati jika pendarahan terus berlanjut dari ringan menjadi seperti menstruasi normal, jika warnanya merah cerah bukan kecokelatan, atau Anda merasakan kram.

Kram. Bagaimana dengan kram tanpa pendarahan? Sensasi kram yang Anda rasakan mungkin adalah pelebaran rahim, bisa juga karena kontraksi Braxton hicks, yang mulai terasa lebih awal pada tiap kehamilan. Tapi kram atau kontraksi yang menjadi semakin kuat bisa mengindikasikan keguguran.

Rasa sakit yang tajam. Ada banyak hal yang terjadi di dalam tubuh Anda selama hamil, jadi tak heran kalau Anda kadang mengalami nyeri dan rasa sakit, yang terasa tajam. Rahim yang mengembang mendorong organ lain dan merenggangkan tendon yang berada di tempatnya, dan ini bisa terasa tidak nyaman.

Kemungkinan lain dari penyebab nyeri adalah infeksi kandung kemih, yang lebih rentan dialami wanita saat hamil dan harus diobati. Tapi rasa sakit pada perut juga bisa jadi tanda kehamilan tubal. Jadi bila Anda mengalami rasa sakit yang terus-menerus, periksakan diri ke dokter atau bidan untuk mengetahui penyebabnya.

Tidak merasa mual. Pada kebanyakan kasus, morning sickness bisa berakhir pada sekitar kehamilan 12 minggu dan ini tidak mengindikasikan kemungkinan keguguran.

Tidak merasa hamil. Bagaimana dengan gejala kehamilan yang biasa seperti payudara membesar, rasa lelah, sering pipis, atau morning sickness? Apakah jadi pertanda buruk bila gejala ini hilang? Tidak demikian, setiap kehamilan berbeda. Misalnya, payudara Anda terasa sangat tidak nyaman selama kehamilan pertama karena tubuh sedang membangun sistem saluran yang akan memproduksi ASI untuk bayi. Selama kehamilan kedua atau ketiga, terutama segera setelah kehamilan yang pertama, tidak akan terlalu terasa sakit.

Selama trimester pertama, rahim yang mengembang mengakibatkan tekanan pada kandung kemih sehingga Anda sering buang air kecil. Ketika rahim berukuran lebih besar, posisinya keluar dari panggul dan tekanan pada kandung kemih berkurang. Sama halnya ketika para wanita hamil merasa lebih berenergi ketika memasuki trimester kedua.

Tapi ketika keguguran tak terelakkan, wanita akan mengalami perbedaan yang mereka rasakan. Ketika janin mati, plasenta berhenti memproduksi hormon yang menyebabkan gejala kehamilan. Banyak wanita mengalami perubahan pada tubuh yang tiba-tiba atau perlahan, dan akhirnya menyadari kalau kehamilan mereka telah berakhir.

 

BFI150503(11)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY