Fakta dan Mitos tentang Cara Mencegah Kehamilan

Fakta dan Mitos tentang Cara Mencegah Kehamilan

241
0
SHARE
Fakta dan Mitos tentang Cara Mencegah Kehamilan
Source: Tawi.pe

KabarFemale — Ada dua hal unik mengenai kehamilan. Bagi pasangan suami istri tentu kehamilan adalah berita bahagia yang wajib disyukuri. Sedangkan bagi para pasangan pra-nikah kehamilan adalah kabar buruk yang wajib dihindari.

Dewasa ini banyak sekali pasangan remaja yang menginginkan kenikmatan seks tanpa mau mengambil risiko kehamilan yang bisa kapan saja terjadi. Hal ini mendorong mereka melakukan berbagai macam cara agar kehamilan dapat jauh dihindari. Tak jarang mereka melakukan cara yang didapat dari informasi yang tidak tepat dan bahkan salah. Yang menjadi salah satu dampak buruknya adalah maraknya aborsi yang sebenarnya sangat membahayakan. Hal ini terjadi karena mereka menyerap informasi mengenai Cara Mencegah Kehamilan dengan tidak benar.

Berikut adalah berbagai mitos tentang Cara Mencegah Kehamilan:

  1. Sistem Kontrasepsi Kalender
    Mitos tentang cara mencegah kehamilan yang pertama adalah dengan menggunakan sistem kontrasepsi kalender yaitu dengan mengacu masa subur wanita dan melakukan hubungan seks pada saat wanita dalam masa tidak subur. Namun faktanya, ternyata sperma dapat hidup antara 3 sampai 5 hari dalam rahim wanita. Sehingga jika saja sperma masih ditemukan hidup hingga masa subur wanita datang, maka kemungkinan kehamilan bisa terjadi. Keberhasilan dengan sistem kontrasepsi kalender ini dalam dunia medis hanya sekitar 35% saja.
  2. Berhubungan intim ketika menstruasi
    Banyak yang beranggapan jika berhubungan intim pada saat menstruasi dapat mencegah kehamilan karena sel telur telah luruh dari rahim. Tetapi faktanya adalah kebanyakan dari wanita mengalami siklus menstruasi yang pendek. Dan ketika hubungan intim dilakukan pada saat akhir dari menstruasi maka kemungkinan sel telur akan dapat dibuahi sehingga kemungkinan hamil dapat terjadi.
  3. Melakukan senggama terputus
    Mitos tentang Cara Mencegah Kehamilan yang ketiga adalah dengan melakukan senggama terputus atau mengeluarkan sperma di luar vagina. Dalam dunia medis hal ini masih memiliki prosentase yang lemah. Karena cairan pelumas pada saat berhubungan intim juga membawa sperma keluar. Sehingga kehamilan juga masih dapat terjadi meskipun melakukan senggama terputus.
  4. Mengatur posisi seks
    Seperti yang kita ketahui bahwa ada beberapa posisi seks yang dapat mempercepat kehamilan salah satunya adalah posisi missionaris atau posisi dimana pria berada di atas wanita. Nah bagi pasangan pra nikah yang tidak menginginkan kehamilan terjadi maka akan menghindari posisi ini. Bahkan mereka akan melakukannya dengan posisi berdiri atau dengan posisi woman on top. Tetapi faktanya adalah dengan menggunakan posisi apapun selama sel sperma mampu mencapai sel telur maka kemungkinan kehamilan tetap akan terjadi.

Bagaimana ladies, sekarang sudah tahu ‘kan apa saja mitos dan fakta tentang Cara Mencegah Kehamilan. Semoga bermanfaat.

BFI15020126

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY