Awas, Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan!

Awas, Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan!

292
0
SHARE
Awas, Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan!
Source: vivanews.gr

KabarFemale — Kehamilan menjadi momen bahagia bagi sebagian besar wanita. Di saat kebanyakan calon ibu menjalani kehamilan yang biasa, ada bahaya tertentu yang bisa menyebabkan komplikasi atau penambahan penyakit lain baik bagi ibu dan bayi. Mengetahui tanda tanda bahaya kehamilan bisa membantu mengurangi risiko mengalaminya.

Apa saja tanda-tanda bahaya kehamilan yang perlu diwaspadai?

Pendarahan berat di dua bulan pertama. Pendarahan berat disertai rasa sakit di panggul, umumnya terasa selama dua minggu pertama kehamilan, menjadi salah satu tanda tanda bahaya kehamilan. Ini bisa diindikasikan sebagai kehamilan ektopik. Kehamilan tersebut berlangsung saat sel telur yang telah dibuahi tertanam di tuba fallopi, bukan menuju rahim ketika mulai berkembang dan tumbuh. Bila tidak terdeteksi dan diobati semestinya, bisa mengakibatkan kematian.

Kram perut. Kram perut diikuti dengan bercak atau pendarahan menjadi isyarat keguguran. Kemungkinan terjadinya keguguran hingga 20 persen dan biasanya terjadi sebelum wanita benar-benar menyadari kalau ia hamil. Ini bisa terjadi selambatnya pada kehamilan 20 minggu. Dalam beberapa permasalahan, keguguran sulit untuk dicegah.

Terus merasa sedih. Rasa sedih yang terus-menerus yang tidak hilang bisa menjadi indikasi depresi, kondisi yang bisa terjadi selama atau setelah kehamilan. Gejala tambahannya bisa berupa perubahan selera makan, merasa putus asa, merasa akan menyakiti diri sendiri atau bayi. Pengobatan bisa berupa terapi atau pengobatan.

Haus luar biasa, sesekali buang air kecil. Diabetes gestasional kerap dialami selama trimester kedua masa kehamilan dan disebabkan oleh ketidaksanggupan seorang ibu dalam memproduksi insulin yang cukup. Jika gejala timbul, diikuti dengan rasa haus atau lapar yang luar biasa, sering pipis, dan lelah. Kebanyakan dokter mengatasinya dengan diet maupun insulin.

Tekanan darah yang tinggi. Tekanan darah tinggi menjadi tanda toxemia, juga dikenal dengan preeklampsia. Hal itu merupakan kondisi yang muncul setelah minggu ke-20 dan gejalanya yang sering dialami adalah tekanan darah tinggi, penglihatan kabur, sakit perut, dan sakit kepala. Pada kebanyakan kasus, pengobatan satu-satunya adalah dengan melahirkan bayi. Hal itu tak menjadi masalah jika ibu mendekati minggu ke-37, tapi jika terlalu dini, maka dokter bisa memilih mengobati dengan bed rest (tirah baring) dan obat untuk merendahkan tekanan darah.

Mual dan muntah terus-menerus
Mual dan muntah tanpa henti menjadi tanda hyperemesis gravidarum, kondisi yang mirip morning sickness (nyeri di pagi hari). Tapi, lebih-lebih dari morning sickness dan tak berakhir setelah melewati beberapa minggu pertamanya. Bila mual dan muntah terus-menerus terjadi, maka dehidrasi dan kekurangan berat badan bisa terjadi. Dokter bisa merekomendasikan modifikasi pola makan, tapi jika tidak berhasil, ibu bisa dirawat untuk mendapat cairan melalui infus.

BFI150303(41)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY