Kehamilan dan Progesteron Rendah

Kehamilan dan Progesteron Rendah

309
0
SHARE
Source: slideshare

KabarFemale—Tubuh sifatnya sangat kompleks sehingga tak ada yang tahu semua rahasia kerjanya. Reproduksi jadi salah-satu hal yang tetap menjadi misteri bagi kebanyakan ahli. Bagi sebagian wanita, kesuburan tidak jadi masalah dan mereka bisa hamil dengan mudah. Tapi bagi yang lain, masalah kesuburan jadi kenyataan pahit yang harus dihadapi.

Salah-satu faktor masalah kesuburan adalah hormon. Progesteron jadi salah-satu hormon yang bertanggung jawab menciptakan reaksi yang diharapkan terjadi pada tubuh wanita yang sehat. Bila tidak ada progesteron atau jumlahnya tidak cukup, akibatnya bisa muncul masalah kesuburan atau keguguran.

Kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi yang berlangsung rata-rata selama 28 hari. Selama siklus ini, hormon tersekresi oleh kelenjar di bawah otak, dan kelenjar ini memberitahu tubuh apa yang terjadi pada tiap tahap siklus. Progesteron adalah hormon yang membentuk lapisan rahim selama pertengahan siklus, bersiap untuk menerima embrio yang tertanam ke lapisan rahim. Bila wanita tidak hamil, lapisan ini akan terlepas. Ini yang disebut aliran menstruasi.

Ketika wanita menjadi hamil, progesteron membantu kehamilan bertahan. Ketika wanita berovulasi, sekresi ovarium disebut corpus luteum, yang dijaga oleh hormon lain yakni hCG hingga plasenta mengambil alih produksi progesteron. Bila wanita tidak hamil, corpus luteum akan mati dan tingkat progesteron menurun. Jika wanita tidak memiliki progesteron yang cukup di dalam tubuhnya, tidak mungkin ia bisa hamil atau mempertahankan kehamilan.

Banyak wanita yang mengalami tingkat progesteron rendah:
– Wanita yang memiliki tingkat estrogen sangat tinggi memiliki produksi progesteron yang rendah, karena satu hormon menekan hormon lain.
– Wanita yang kurang olahraga dan bergizi buruk juga mungkin memilki tingkat progesteron yang rendah.
– Stres yang kronis dan pengobatan umumnya jadi penyebab yang biasanya bisa diatasi.
– Bila Anda mengalami progesteron rendah di akhir kehamilan, maka kemungkinan penyebabnya adalah toxemia.

Ketika wanita hamil dan memiliki tingkat progesteron yang rendah, sering kali ini jadi tanda kalau janin tidak bisa bertahan hidup. Bila demikian, tubuh akan mempersiapkan diri untuk menggugurkan janin, dan memicu penghentian produksi progesteron. Bicara pada dokter bila Anda hamil dan memiliki tingkat progesteron rendah.

Gejala progesteron rendah sangat mirip dengan gangguan dan masalah lain, jadi sulit mendiagnosa progesteron rendah tanpa tes darah. Masalah kesuburan dan keguguran jadi dua jenis gejala utama dari masalah ini. Gejala lain bisa berupa:
– Depresi
– Mood swings
– Perubahan berat badan
– Sulit konsentrasi
– Insomnia
– Perubahan selera makan
– Cemas
– Perubahan menstruasi
– Lelah
– Masalah seksual
– Migrain.

AFI150801

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY