Jerawat Selama Hamil

Jerawat Selama Hamil

169
0
SHARE
Source: shutterstock

KabarFemale—Banyak wanita mengalami jerawat selama trimester pertama, tapi jerawat bisa datang kapan saja. Jerawat bisa datang dan pergi dengan gejala dari ringan hingga berat. Jerawat memang menyebalkan, tapi tidak berbahaya. Bila Anda mengalaminya pertama kali selama hamil atau Anda selama ini belum pernah mengalami jerawat dan kehamilan menyebabkan kulit berjerawat, maka kemungkinan setelah bayi lahir, kulit Anda akan membaik dan kembali normal.

Tanda jerawat kehamilan berupa bintik kecil kemerahan, kadang juga berisi nanah berwarna putih. Hormon kehamilan bisa membuat wajah dan kadang punggung serta bagian tubuh lain mengalami jerawat. Jumlah minyak yang meningkat dan menahan pori-pori, menarik bakteri dan menyebabkan muncul jerawat.

Ada banyak pilihan untuk mengatasi jerawat selama hamil, termasuk perawatan sendiri dan obat. Jerawat kehamilan bukanlah bentuk jerawat yang spesifik. Banyak wanita mengalami masalah dengan jerawat selama hamil. Meski belum jelas penyebab jerawat bertambah buruk selama hamil, kemungkinannya adalah produksi minyak yang berlebih (sebum) yang terjadi ketika hormon tertentu bertambah.

Untuk mengatasi jerawat kehamilan, mulai dengan perawatan diri:
– Bersihkan area yang rentan berjerawat dengan hati-hati. Gunakan pembersih ringan dengan air hangat di pagi dan malam hari. Anda juga perlu membersihkan kulit setelah berolahraga.
– Bila Anda memiliki kulit berminyak, gunakan shampo setiap hari.
– Hindari menggaruk dan memencet jerawat, kebiasaan ini bisa menyebabkan luka.
– Bila menggunakan kosmetik, pilih produk yang bebas minyak. Cari penjelasan seperti berbahan dasar air atau noncomedogenic atau nonacnegenic.

Selain perawatan diri, Anda juga bisa gunakan obat untuk mengatasi jerawat kehamilan. Tapi jenis obat apapun yang digunakan pada kulit atau diminum bisa masuk ke aliran darah dan mempengaruhi bayi.

Pilihan mengatasi jerawat kehamilan bisa dengan obat berupa erythromycin, clindamycin dan azelaic acid. Semua obat ini biasanya diaplikasikan ke kulit dan digunakan berdasarkan resep. Masih ada perdebatan tentang penggunaan benzoyl peroxide untuk mengobati jerawat. Ada penelitian tentang keamanan benzoyl peroxide selama hamil meski tidak dilaporkan adanya masalah.

Jauhi produk Retin-A selama hamil, karena bisa membahayakan bayi. Bila kondisi jerawat sangat menganggu, Anda perlu membicarakannya pada dokter. Meski ada banyak jenis obat, doxycycline, minocycline, tetracycline dan Accutane harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan cacat lahir.

Selama Anda tidak menggunakan produk yang berbahaya, jerawat tidak akan mempengaruhi bayi. Jika Anda rentan terhadap jerawat, ada kemungkinan bayi akan mengalami jerawat ketika ia memasuki masa remaja.

AFI150501

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY