Cerdas Memilih Game Edukasi Anak

Cerdas Memilih Game Edukasi Anak

594
0
SHARE
(c) fashions-cloud.com

KabarFemale – Bermain memang aktivitas yang paling disenangi oleh anak-anak. Masih wajar jika anak-anak suka lupa waktu ketika sedang bermain. Sebagai orang tua, tugas kita adalah memberikan permainan yang mengedukasi, tidak sekedar menghibur saja. Apalagi sekarang ini banyak permainan atau game edukasi anak yang bisa Anda berikan, lewat gadget atau juga tidak. Nah, tinggal memilah saja mana yang bagus untuk anak dan mana yang tidak.

Ketika memilih game edukasi anak, lakukan ini :

Pilihlah game edukasi anak yang memiliki beberapa hal di bawah ini :

– Dapat membantu anak mengenal bentuk dan pola.
– Melatih fisik, IQ EQ dan juga psikologis anak.
– Pilih mainan yang bisa membuat anak menyelesaikan masalah, misalnya dengan bermain puzzle
– Bisa mengembangkan rasa empati dan simpati anak terhadap sekitarnya
– Tentunya harus aman ketika dimainkan
– Membuat anak tertarik untuk memainkannya

Memilih permainan untuk anak memang mudah tapi susah. Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan apalagi jika Anda ingin mencari permaina yang tidak hanya menghibur tapi juga memberi pendidikan dan ajaran untuk si kecil. Nah, ada juga unsur yang harus Anda perhatikan ketika memilih permainan anak-anak, seperti :

Sistem Motorik

Saat bermain, sebaiknya orang tua membuat sistem motorik anak berkembang dan bekerja dengan baik. Dengan permainan yang tepat, anak akan bisa bergerak cepat, tepat dan juga refleks yang pas. Tentu, ini juga harus disesuaikan dengan usia anak.

Kognitif

Ini merupakan keterlibatan kemampuan untuk berpikir dengan logika, memecahkan masalah sederhana, imajinasi dan juga pola pikir anak. Terlihat rumit? Coba beri anak permainan lego, balok susun, puzzle dan sejenisnya. Lihat bagaimana dia menyelesaikan mainan tersebut.

Sosial

Bermain tidak harus sendiri, tidak juga harus melulu dengan orang tua. Anda perlu melibatkan orang lain seperti anak sebayanya untuk melatih jiwa sosial dari anak Anda. Coba undang anak tetangga atau kerabat yang sebaya untuk bermain ke rumah. Atau bertandang ke taman bermain juga ide yang tidak buruk.

Emosi

Ada kalanya anak tidak mau mengalah karena belum belajar untuk mengatur emosi mereka. Misalnya, ketika sedang bermain dengan anak-anak lain, lalu anak Anda ingin memainkan permainan yang sama yang mana hanya tersedia satu saja. Di sini anak harus diajarkan untuk sportif dan adil serta belajar mengalah. Namun tidak dengan memarahinya, melainkan ajarkan dengan kelembutan.
BFI15040221

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY