Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Benar?

Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Benar?

596
0
SHARE
Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Benar?
Source : webmd.com

KabarFemale – Sebagai pasangan yang baru menikah dan ingin sekali memiliki momongan, penting sekali untuk tahu bagaimana cara menghitung usia kehamilan yang benar. Dengan begitu, Anda tahu apa yang Anda butuhkan berdasarkan usia kehamilan Anda. Selain itu, ketika Anda sudah tahu usia kehamilan, akan jadi lebih mudah untuk Anda memeriksakan diri ke dokter atau bidan.

Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan?

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas bahwa mengetahui bagaimana cara menghitung usia kehamilan memiliki banyak sekali keuntungan. Pertama, Anda tahu bagaimana perkembangan janin dan apa yang dibutuhkan janin berdasarkan usia kehamilan. Lalu, Anda jadi tahu kapan jadwal untuk memeriksakan diri dan kandungan ke dokter dan bidan. Dan yang paling penting, Anda bisa menjaga kesehatan kehamilan dengan baik dan sehat sehingga bisa melahirkan dengan lancar nantinya.

Memang, cara yang paling disarankan untuk menghitung usia kehamilan adalah dengan mendatangi dokter kandungan atau bidan. Biasanya, akan ada prosedur seperti menggunakan USG yang dipercaya bisa menghitung umur janin dengan akurasi yang tinggi. Selain umur, Anda juga bisa mengetahui ukuran tengkorak, panjang dari janin, ukuran organ seperti jantung, ginjal dan lain sebagainya.

Walau begitu, ada juga cara menghitung kehamilan yang lain dan dapat Anda lakukan sendiri tanpa bantuan dokter. Cara ini bisa Anda lakukan namun tetap jangan lupa periksakan diri ke dokter ya. Dan caranya adalah :

HPHT

HPHT adalah hari pertama haid terakhir. Ini bisa dilakukan jika Anda memiliki siklus haid yang sudah tercatat dengan baik. Karenanya tidak salah jika wanita disarankan untuk menghitung dan mencatat kapan siklus haid bulanan mereka. Umumnya siklus haid normal adalah 28 sampai 30 hari. Rumus ini juga digunakan untuk menghitung HPL atau hari perkiraan lahir.

Misalnya, jika HPHT Anda adalah 15 Februari 2014, maka 15 adalah tanggal pertama haid terakhir, April (4) adalah bulan dan 2014 adalah tahun. Tanggal harus ditambah 7, bulan dikurangi 3 dan tahun ditambah 1.

Maka : 15 + 7 = 22 ; 4 – 3 = 1 ; 14 + 1 = 15 , yang jika digabung menjadi 22-1-15 atau tanggal 22 bulan Januari tahun 2015 adalah tanggal diperkirakannya anak Anda akan lahir. Dan setiap tanggal 22 adalah hitungan per bulannya. Misalnya 22 Mei adalah satu bulan kehamilan dan seterusnya.

TPR

TPR adalah Tinggi Puncak Rahim, yang mana adalah dengan meraba puncak rahim. Cara untuk menghitungnya adalah dengan menghitung jarak dari tulang kemaluan hingga puncak rahim yang sudah menonjol di dinding perut. Jika ketika Anda menghitung dan mendapati 15 cm, maka kehamilan Anda sudah berusia 15 cm. Atau ada cara lainnya yang menggunakan 3 jari. Setiap 3 jari berarti 3 minggu. Sayang, cara ini sudah jarang dilakukan karena adanya cara yang lebih modern dan akurat.

Nah, dua cara tersebut adalah cara tradisional dan sederhana yang bisa Anda lakukan jika Anda mendapati diri Anda tidak menstruasi dan curiga kehamilan. Selain cara di atas, kami tetap menyarankan untuk Anda mengunjungi dokter apalagi jika sudah ada gejala kehamilan seperti mual dan perubahan bentuk tubuh lainnya. Semoga kabar bahagia cepat mendatangi Anda ya.

BFI15030255

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY