Apakah Pola Makan Vegetarian Aman Saat Anda Hamil?

Apakah Pola Makan Vegetarian Aman Saat Anda Hamil?

165
0
SHARE
(c) Gaby.fachrul

RajaNego—Makan 10 pisang dalam sehari terdengar gila, terlebih lagi ketika Anda hamil, tapi itu yang dilakukan sebagian orang dalam diet vegetarian. Tapi apakah ini aman dilakukan selama hamil? Jawabannya, AMAN. Tapi pola makan vegetarian harus direncanakan dengan baik untuk memastikan Anda mengkonsumsi semua nutrisi penting untuk memenuhi kebutuhan Anda dan bayi.

Memang benar bagi wanita yang hamil, ketika menghindari produk hewani, bisa dengan mudah kekurangan nutrisi tertentu seperti zat besi, vitamin B12, asam folat, vitamin D, dan kalsium. Begitu juga dengan protein, karena dokter menganjurkan ibu dengan berat 140 pound mengkonsumsi sekitar 70 gram protein, tidak lagi 50 gram yang normalnya ia butuhkan.

Vegetarian bisa memperoleh nutrisi ini dari banyak jenis sayuran seperti buncis, kacang, kedelai, buah, sayuran, biji-bijian, juga makanan fortifikasi. Tapi makanan saja tidak akan cukup. Itu sebabnya penting untuk mengkonsumsi vitamin pranatal selama hamil dan menyusui. Dokter mungkin juga akan memberi vitamin dan suplemen tambahan untuk memastikan persediaan Anda mencukupi.

Sumber zat besi untuk vegetarian bisa diperoleh dari:

  • – Buah kering
  • – Sayuran berwarna hijau tua
  • – Sereal fortifikasi
  • – Telur (bagi vegetarian yang menyertakan telur pada makanan mereka)

Sumber vitamin B12 untuk vegetarian:

  • – Susu dan keju
  • – Telur
  • – Sereal fortifikasi
  • – Minuman kedelai fortifikasi

Anda juga perlu memastikan mendapat cukup kalsium. Ini karena non-vegetarian mendapat kalsium dair produk susu. Sumber kalsium untuk vegetarian bisa berasal dari:

  • – Minuman kedelai fortifikasi
  • – Tahu
  • – Roti coklat dan putih
  • – Buah kering
  • – Sayuran berwarna hijau gelap

Vitamin D ada pada daging, ikan, dan telur, tapi tubuh Anda juga bisa menghasilkan vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari. Semua wanita hamil dianjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin D sepanjang kehamilan untuk memastikan jumlah yang cukup bagi bayi.

Vegetarian perlu membaca labelnya untuk memastikan vitamin D yang digunakan bukan berasal dari hewan. Lebih lanjut, bicaralah pada dokter atau bidan tentang bagaimana Anda bisa mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan Anda dan bayi.

Setelah melahirkan, vegetarian bisa kembali ke ukuran tubuh sebelum hamil dengan lebih mudah karena mereka sudah terdidik untuk waspada terhadap apa yang mereka makan. Dengan demikian, berkurang kemungkinan mereka memiliki berat badan berlebih dibanding wanita yang mengira dirinya makan untuk dua orang.

Ketika Anda menambah berat badan yang sesuai saat hamil, akan lebih mudah menguranginya setelah melahirkan. Kesimpulannya, ketika berbicara tentang kehamilan yang sehat dan mengurangi berat badan setelahnya, yang terpenting adalah mengkonsumsi makanan yang tepat dalam porsi yang cerrdas.

 

AFI150201

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY