Agar Kehamilan Ektopik Tidak Terjadi di Kehamilan Selanjutnya

Agar Kehamilan Ektopik Tidak Terjadi di Kehamilan Selanjutnya

144
0
SHARE
Agar Kehamilan Ektopik Tidak Terjadi di Kehamilan Selanjutnya
Source: myoptionsmychoice

KabarFemale – Kehamilan ektopik adalah sebuah fenomena kehamilan di mana telur yang telah dibuahi berimplantasi di area yang tidak semestinya. Jika seharusnya sel telur menempel di area rahim yang kemudian berkembang menjadi janin, pada kehamilan kosong ini sel telur berada di luar rahim atau mungkin juga di leher rahim.

Gejala Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik memang terjadi di 1 dari 50 kehamilan yang terjadi. Namun, fenomena ini juga menjadi salah satu penyebab paling besar kematian wanita yang sedang hamil di tiga bulan pertama kehamilan. Kehamilan ini memiliki risiko yang besar karena tumbuh yang abnormal. Karenanya Anda harus tahu apa saja gejala dari kehamilan ini.

Agak sulit mengidentifikasi apakah kehamilan yang terjadi adalah kehamilan ektopik atau kehamilan normal. Ini karena pada minggu awal kehamilan, tanda-tanda yang terjadi sama dengan kehamilan yang umum terjadi yakni mual dan muntah, cepat lelah hingga perubahan pada payudara. Walau begitu, ada juga gejala kehamilan ektopik yang bisa Anda perhatikan dengan baik.

Pertama, Anda akan merasakan nyeri luar biasa pada area perut bawah. Nyeri ini awalnya akan terasa sangat tajam dan akhirnya menyebar ke seluruh area perut. Jika Anda merasakan nyeri yang tidak biasa, sebaiknya Anda mengonsultasikan ke dokter atau bidan. Biasanya, nyeri ini akan semakin menjadi-jadi jika Anda bergerak.

Kedua, adanya pendarahan. Hal ini memang biasa terjadi saat hamil, tapi jika Anda merasa pendarahan yang terjadi seperti layaknya Anda sedang menstruasi, maka Anda perlu curiga. walau begitu, pendarahan kadang juga terjadi hanya berupa bercak saja.

Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita mengalami kehamilan ektopik? Ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk memindai apakah kehamilan Anda normal atau tidak.

Awalnya, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan. Pertama Anda bisa melakukan pemeriksaan panggul secara rutin sehingga mengetahui ukuran rahim saat hamil. Jika Anda merasakan perut mengeras, konsultasikan hal tersebut juga.

Lalu, Anda juga bisa memeriksakan darah untuk hormon HCG. Biasanya, pemeriksaan ini diulang 2 hari setelah pemeriksaan yang pertama. Umumnya, kadar hormon ini akan meningkat dua kali di setiap dua harinya. Jika hasilnya adalah rendah, maka dipastikan ada masalah pada kehamilan Anda yang merujuk pada kehamilan ektopik.

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan USG. Dengan melakukan USG Anda akan diperlihatkan gambaran isi dari rahim. Dokter akan bisa melihat di mana calon bayi Anda sedang berada. Jika terlihat seperti tidak di tempat yang semestinya, lakukan tindakan selanjutnya.

Nah, semoga informasi yang KabarFemale berikan akan membuat Anda menghindari terjadinya kehamilan ektopik di kehamilan selanjutnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan makan makanan yang higienis serta bernutrisi.

BFI15030208

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY