Berkeluaga atau Berkarir Ladies?

Berkeluaga atau Berkarir Ladies?

321
0
SHARE
(c) Urbanfocusinc

RajaNego—Banyak perempuan kini lebih memilih berkarir ketimbang keluarga. Artikel kali ini akan mebahas apa saja motif yang melatar-belakangi keputusan kontroversial tersebut. Tapi alasan paling sederhana bagi wanita (dan juga pria) untuk habis-habisan berkarir, tak lain karena mereka telah mencoba untuk membangun sebuah hubungan yang menjurus pada penikahan tapi belum kunjung berhasil.

Biasanya malah kebanyakan menimbulkan trauma hingga mereka enggan mencoba, lantas menutup diri. Dunia karir, suka atau tidak, ia jadikan pelampiasan. Ia begitu sibuk tenggelam dalam duni kerja hanya demi melupakan lara nelangsa jiwa yang tercabik-cabik oleh kejinya cinta (sinetron banget).

Tapi itu benar, tak bisa dipungiri ada ‘spesies’ seperti baik dari kubu laki-laki, mapun perempuan. Perbedaan-nya adalah melajang baik kaum Adam cendrung hal yang sudah lumrah. Perempuan dengan adat ketimuran yang masih kental di Indonesia. Akn terbebani secara budaya, maupn lingkungan sekitar, orang tua dan teman adalah tekanan yang paling sering menghimpit.

Alasan kedua, perempuan lebih memilih karir, karena memang sudah jatuh cinta lebih dulu dengan passion-nya, di dunia apa pun itu. Mereka menunda menikah untuk berpuas diri mengejar ambisi prestasi atau sekedar menyisihkan waktu lebih banyak untuk menekuni aktivitas yang ia cintai. Wanita dalam keadaan ini rata-rata menikah di usia 30 tahun ke atas. Tapi bedanya mereka tetap punya keingin terpendam untuk menikah.

Hanya saja ia takut, kesenangan dan zona nyaman-nya, juga keleluasaan-nya dalam berkarya akan terusik dengan kehadiaran suami. Apalagi anak. Namun sayangnya, jika mereka terjebak dengan dunianya. Juga tak kunjung ada yang menyapa hati, maka ia kemungkinan akan menjadi single happy seumur hidup.

Perhatikan! Biasanya gadis tipe pertama yang saya ulas di awal, bertransformasi menjadi gadis tipe yang kedua ini. Yang miris adalah, jika ia sudah memutuskan untuk tidak menikah! Titik. Itu saja. Ia lebih baik sendiri dan sebagainya.

Jenis yang ketiga, adalah wanita modern yang berpikiran bahwa berkeluarga itu hanya merepotkan, padahal kebanyakan mereka di kelilingi pria-pria yang mengajaknya menikah. Biasanya wanita tipe ini, banyak berkolonisasi di Negara-negara Barat.

Buat apa punya keluarga? Repot, harus mengandung, mengurus suami, melahirkan .. sakit. Punya bayi yang mengompol, menangis, mengganggu tidur malam. Lha? Percaya tidak percaya di muka bumi ini ada tipe wanita seperti ini. Yang pasti dibenci kaum Hawa aliran mainstream. So, ladies .. Anda wanita tipe yang mana?

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.