Tips Menolak Permintaan Anak

    154
    0
    SHARE
    Source: kesekolah

    KabarFemale− Usia anak-anak merupakan usia dimana kehidupannya lebih banyak dihabiskan dengan keluarga, khususnya orang tua. Anak masih menjadikan orang tua sebagai objek kelekatannya. Meski anak sudah bisa mandi sendiri, tapi setiap anak butuh sesuatu, orang tua menjadi tempat ia berlari. Tidak ada orang lain yang bisa dijadikan pelarian oleh anak. Oleh karena itu, sangat sayang bila orang tua tidak memanfaatkan situasi ini untuk mengajarkan dasar-dasar kehidupan yang baik.

    Di usia anak-anak ini juga, anak menjadi sosok yang menginginkan banyak hal dan segalanya harus terpenuhi. Ini disebabkan rasa ketertarikan anak terhadap benda material berada pada tingkat yang sangat tinggi. Anak akan menginginkan setiap benda yang ia lihat menarik. Entah menarik dari segi gerakan, warna maupun bentuk. Di usia ini lah anak akan meminta banyak hal seperti mainan, baju baru tokoh kartun kesukaannya, maupun barang-barang lain yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan oleh anak.
    Dalam menghadapi situasi dimana anak memiliki banyak keinginan, orang tua dituntut untuk berhati-hati. Kalau salah, anak bisa menjadi manja, atau sebaliknya; menganggap Anda sebagai orang tuanya tidak sayang padanya. Menuruti kemauan anak memang boleh. Tapi tidak semua keinginannya boleh dipenuhi. Di usia anak-anak, orang tua harus belajar bagaimana menolak permintaan anak. Berikut ini tips menolak permintaan anak agar anak tidak manja:

    1. Hindari berkata ‘jangan’ dan ‘tidak’. Tidak ada orang yang mau menerima penolakan yang terang-terangan.Membuat penolakan secara terang-terangan hanya akan menciptakan pertentangan dari dalam diri anak. Sebab sudah menjadi tabiat manusia, cenderung melanggar sesuatu yang dillarang atau yang tidak dibolehkan. Bisa saja karena orang tua menolak secara terang, anak mencari jalan lain untuk memenuhi keinginannya; mencuri uang teman misalnya. Jangan sampai itu terjadi pada anak Anda.

    2. Buat anak mengerti bahwa tidak semua permintaannya bisa dipenuhi. Anak juga memiliki kemampuan untuk mengerti keadaan diri dan orang tuanya jika Anda mau berusaha. Sebagai ganti dari kata ‘tidak boleh’, ada baiknya ada katakan ‘mainan ade yang di rumah kan banyak. Ada yang baru beli pula’. Sertakan pula alasan yang bisa diterima oleh anak. Misalnya dengan mengatakan ‘kebutuhan sekolah ade dan kebutuhan rumah banyak, kalau masih beli mainan nanti uangnya gak cukup gimana?’ atau, ‘beli mainannya lain kali saja ya. Kan baru beberapa waktu yang lalu beli mainan’. Atau jika Anda benar-benar tidak punya uang, katakan saja yang sebenarnya. Tapi ingat, gunakan suara dan tutur kata yang lembut sehingga masuk ke dalam hati anak.

    3. Komitmen pada pendirian. Jika orang tua sudah terlanjur menolak permintaan anak, jangan berubah pikiran apapun yang terjadi. Entah anak akan menangis sejadi-jadinya. Yang penting anak tidak mencuri atau menyakiti orang lain. Sebab bila Anda berubah pikiran, anak akan menganggap Anda mudah saja dibujuk atau dipaksa hanya dengan tangisan.

    4. Biasakan membuat anak mendapatkan sesuatu dari usaha terlebih dahulu. Dulu, sebelum orang tua memberikan uang jajan tambahan, anak-anak kadang masih diminta menyapu, memijitkan kaki orang tua yang pegal, membantu kerokin orang tua, dan sebagainya. Namun saat ini, kebiasaan tersebut sudah sirna. Padahal tindakan tersebut mendidik anak untuk mendapatkan sesuatu dari usaha terlebih dahulu. Dan cara mendidik seperti ini memang patut untuk dihidupkan kembali.

    AFR150701

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY