Tanda Kolik Pada Bayi

    159
    0
    SHARE
    source : intisari-online.com

    KabarFemale—Kolik adalah kondisi dimana bayi menangis lebih dari tiga jam setiap hari, selama lebih dari 3 hari dalam semingu, dan lebih dari 3 minggu. Kolik kebanyakan mulai terjadi dua minggu setelah lahir pada bayi cukup umur. Kolik bisa terjadi lebih lambat pada bayi yang lahir prematur. Bayi mengepalkan tinju, wajah jadi kemerahan, dan menekuk tubuh. Kolik hilang di usia 3 atau 4 bulan.

    Kondisi ini tidak berbahaya. Bayi masih bisa terus menyusu dan menambah berat badan yang normal. Tidak ada bukti kalau kolik memiliki efek jangka panjang pada kesehatan bayi.

    Rewel dan menangis jadi hal yang normal pada bayi, dan bayi yang rewel bukan berarti mengalami kolik. Pada bayi yang sehat dan disusui dengan baik, tanda kolik bisa berupa:
    Waktu menangis yang bisa diprediksi. Bayi yang mengalami kolik sering kali menangis pada waku yang sama setiap hari, biasanya di sore hari atau awal malam. Kolik bisa berlangsung selama beberapa menit hingga 3 jam atau lebih. Pada akhir sesi kolik, bayi akan buang gas atau buang air besar.
    Tangisan yang intens. Suara tangisan bayi biasanya sangat intens, dan sering dengan pekikan tinggi. Wajah bayi berwarna kemerahan dan sangat sulit ditenangkan.
    Menangis tanpa sebab yang jelas. Bayi memang sering menangis. Bayi yang menangis bisa berarti ia perlu diganti popoknya, lapar, atau merasa kedinginan atau kepanasan. Tapi tangisan kolik terjadi tanpa alasan yang jelas.
    Perubahan postur. Jemari membentuk tinju, kaki ditekuk dan tegang pada otot perut terjadi selama sesi kolik.

    Tak ada hal spesifik yang dianggap sebagai penyebab kolik. Tapi berikut ini beberapa penyebab yang diyakini menyebabkan kolik:
    – Refluks, kondisi dimana anak mengalami heartburn karena ASI dan asam perut mengalir kembali ke esophagus.
    – Sistem pencernaan yang belum matang.
    Udara atau gas pada saluran usus.
    – Tingkat hormon lebih tinggi dari biasanya. Hormon ini menyebabkan rewel dan sakit perut.
    – Sensitif pada stimulasi dari lingkungan, misalnya cahaya atau suara.
    Sistem saraf yang belum matang.
    Suhu yang intens.

    Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan orangtua untuk meredakan kolik:
    – Kebanyakan anak yang mengalami kolik bisa tenang setelah diayun baik pada kursi goyang atau pangkuan ibu.
    – Bayi merasa lebih baik ketika digendong.
    – Bayi merasa lebih nyaman ketika dibedong.
    – Pijatan pada perut bayi bisa membuatnya tenang. Ini karena perut jadi tempat usus besar dan memijat akan mengurangi rasa sakit.
    – Pastikan anak minum ASI atau susu formula dengan perlahan.
    – Pastikan anak lebih sering disendawakan.
    – Bila anak minum susu formula, coba merek berbeda.
    – Pastikan anak duduk tegak ketika menyusu.

     

     

    AFI150701

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY