Siapkan Anak Menghadapi Perceraian Orang Tua

    242
    0
    SHARE
    Source: shutterstock

    KabarFemale– Salah satu tanggung jawab orang tua terhadap anak ialah memberikan nafkah dan kasih sayang secara penuh. Jangan sampai anak kehilangan kasih sayang orang tua atau salah satu dari keduanya. Sebab anak yang kekurangan atau kehilangan kasih sayang orang tuanya, akan terganggu secara psikologis. Faktanya, kehidupan anak yang mendapat kasih sayang dari orang tua secara penuh, akan menjadi anak yang hebat.
    Namun apa jadinya jika orang tua tidak lagi bersama. Atau orang tua memutuskan untuk berpisah. Anak terancam kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Ketika anak kehilangan kasih sayang kedua orang tua akibat perceraian, kondisi psikologis anak akan benar-benar terganggu.

    Oleh karena itu, meski orang tua memutuskan untuk bercerai karena sudah tidak ada cinta lagi, anak tidak boleh kehilangan cinta pula. Orang tua harus mempersiapkan psikologi anak untuk menghadapi perceraian kedua orang tuanya. Berikut ini beberapa cara untuk menyiapkan anak menghadapi perceraian kedua orang tua:

    1. Beri pengertian. Sebelum dan selama proses perceraian, orang tua biasanya sudah pisah ranjang, bahkan pisah rumah. Tugas orang tua saat itu ialah membuat anak paham bahwa ayah dan ibunya tak bisa lagi bersama. Anak biasanya akan bertanya kenapa orang tuanya tak lagi terlihat bersama, sering bertengkar, dan sebagainya. Buat anak paham bahwa orang tuanya harus bercerai. Namun demikian yakinkan anak bahwa ia tak akan kehilangan kedua orang tuanya hanya karena perceraian.

    2. Anak jangan sampai kehilangan kasih sayang salah satu orang tua. Ketika perceraian sudah terjadi, orang tua tidak boleh egois dengan melarang anak bertemu ayah atau ibunya. Anak harus tetap mendapat kasih sayang dari keduanya meski sudah tidak bisa serumah lagi.

    3. Hindari berebut hak asuh. Kadang karena keegoisan orang tua, setelah perceraian, proses selanjutnya ialah memperebutkan hak asuh anak. Padahal tindakan tersebut merupakan tindakan yang sangat egois. Biar lah anak tinggal dengan orang tua sesuai dengan keinginannya. Jika anak ingin tinggal dengan ibu, sang ayah harus ikhlas. Begitu pula sebaliknya. Ibu harus ikhlas jika anak ingin tinggal bersama ayah.

    4. Jika anak masih kecil, buat perjanjian pembagian waktu dalam seminggu. Jika anak masih kecil dan belum tahu untuk memilih tinggal dengan ayah atau ibu, bagi lah waktu dalam seminggu. Misalnya 4 hari tinggal di rumah ibu, dan 3 hari tinggal di rumah ayah. Tentu jika ini memungkinkan dan jarak rumah kedua orang tua tidak terlalu jauh.

    AFR150501

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY