Pusar Terasa Sakit Saat Hamil

    10918
    0
    SHARE
    © Mypregnanthealth

    RajaNego—Selama hamil tubuh Anda mengalami banyak sekali perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan bayi di dalam rahim. Perubahan ini bersifat internal dan eksternal. Salah-satu penyebab paling umum pusar terasa sakit saat hamil adalah perubahan internal yang terjadi di tubuh. Anda akan mengalami rasa sakit di bagian dalam dan sekitar pusar. Area pusar juga bisa membengkak.

    Rasa sakit pada pusar menjadi keluhan yang umum dialami para wanita hamil. Rata-rata bersifat ringan, tapi pada beberapa kasus, dibutuhkan intervensi medis. Penyebab paling umum rasa sakit pada pusar dijelaskan sebagai berikut:

    Perenggangan kulit dan otot perut
    Otot dan kulit di sekitar pusar merenggang, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di area tersebut. Ini terutama jika awalnya pusar menonjol ke dalam tapi karena kulit melebar dan merenggang, pusar mulai menonjol keluar. Pada kebanyakan wanita, rasa sakit karena perenggangan kulit dan otot perut berlangsung selama pertengahan pertama kehamilan.

    Tekanan pada rahim
    Rasa sakit di pusar juga bisa terjadi pada kasus dimana rahim mengembang karena pertumbuhan bayi dan menekan pusar. Kondisi ini lebih umum terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan.

    Hernia umbilical
    Sakit pada pusar juga bisa disebabkan oleh hernia umbilical. Hernia umbilical terjadi ketika usus menonjol dari lubang kecil di dinding perut dekat pusar. Hernia umbilical biasanya hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, tapi pada beberapa kasus dibutuhkan tindakan pembedahan.

    Pusar menonjol keluar
    Pada beberapa wanita, pusar terdorong keluar, bukan ke dalam, karena perenggangan perut dan teriritasi oleh kontak dengan pakaian sehingga memicu rasa sakit di pusar. Jika pusar terasa sakit disebabkan hal ini, gunakan perban pada pusar atau kenakan pakaian berbahan lembut untuk mengurangi iritasi.

    Infeksi usus
    Selain penyebab sakit pada pusar yang telah disebutkan di atas, rasa kram berat di area perut dekat pusar, disertai gejala mual, muntah, diare, dan peningkatan suhu tubuh bisa terjadi karena infeksi usus dan membutuhkan intervensi medis.

    Muntah dan diare bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Selain itu, toksin yang dihasilkan dari organisme patogenik yang menyebabkan infeksi bisa mengakibatkan efek merugikan pada janin yang sedang bekembang, sehingga dapat meingkatkan resiko terminasi kehamilan sebelum waktunya. Setelah infeksi dihilangkan dan gejala mereda, kondisi janin harus diawasi dengan bantuan alat diagnostik yang diperlukan.

     

    AFI150201

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY