Persiapan Persalinan Caesar Yang Perlu Anda Ketahui

    499
    0
    SHARE
    Persiapan Persalinan Caesar Yang Perlu Anda Ketahui
    Source : pregnancyandbaby.com

    KabarFemale—Apakah dokter menyarankan Anda untuk menjalani bedah caesar untuk kelahiran si kecil? Wanita bisa memilih bedah caesar karena banyak alasan, misalnya sebelumnya pernah menjalani bedah caesar atau bayi tidak di posisi yang semestinya. Bagi sebagian wanita, bedah caesar jadi pilihan terbaik. Sebaiknya Anda tidak teburu-buru. Bedah caesar punya resiko tersendiri, juga dibutuhkan persiapan persalinan caesar jika ini sudah menjadi keputusan Anda.

    Persiapan persalinan caesar yang direncanakan

    Beberapa bedah caesar diperlukan karena kondisi darurat. Pada kebanyakan kasus ini, dokter akan beralih ke pilihan bedah sesar setelah wanita memulai persalinan dan menghadapi kesulitan. Persiapan persalinan caesar yang direncanakan berbeda lagi. Pada kasus ini, dokter atau bidan menemukan alasan medis kenapa bedah caesar menjadi pilihan. Tapi tidak bersifat darurat. Bahkan kadang sebenarnya tidak perlu. Pada akhirnya, Anda dan dokter bisa memutuskan kalau kelahiran normal jadi pilihan yang lebih baik.

    Bedah caesar yang terencana karena alasan medis berbeda dengan bedah caesar karena pilihan pribadi. Beberapa wanita yang sehat menginginkan bedah caesar agar bisa memilih tanggal kelahiran bayi atau menghindari kelahiran normal. Dokter bisa tidak menyetujuinya. Jika bedah caesar adalah pilihan yang direncanakan, tidak boleh dilakukan sebelum kehamilan 39 minggu.

    Meski bedah caesar sangat aman, tetap merupakan bedah mayor dan bisa membawa resiko untuk Anda dan bayi. Jika Anda berencana menjalani bedah caesar, berikut beberapa hal yang perlu diingat:
    – Setelah bedah caesar, masa penyembuhan akan lebih lama dibanding kelahiran normal baik selama atau setelah dirawat di rumah sakit.
    – Bayi yang lahir dari bedah caesar memiliki resiko lebih besar mengalami masalah pernafasan setelah lahir sehingga membutuhkan waktu untuk dirawat di NICU.
    – Anak yang lahir dari bedah caesar juga rentan menderita asma, diabetes, alergi, dan obesitas nantinya.
    – Anda beresiko lebih tinggi mengalami pendarahan berat, infeksi, cedera pada organ lain, atau pembekuan darah.
    – Anda beresiko lebih tinggi mengalami implantasi plasenta yang tidak normal di kehamilan berikutnya, yang bisa meningkatkan resiko pendarahan dan histerektomi.
    – Setelah bedah sesar, resiko terpisahnya bekas luka uterin meningkat di kehamilan berikutnya.

    Menjalani bedah caesar terencana bisa merepotkan kehamilan selanjutnya. Tiap bedah caesar cenderung lebih sulit dibanding yang sebelumnya. Jika Anda berencana memiliki bayi lagi atau menginginkan keluarga besar, bicaralah pada dokter tentang bagaimana bedah caesar mempengaruhi rencana Anda.

    Jika berencana menjalani bedah caesar, bicarakan pro dan kontra rencana ini pada dokter. Dapatkan opini kedua bila dibutuhkan. Selama tidak ada kondisi darurat, jangan terburu-buru memutuskan caesar. Sediakan waktu untuk membuat keputusan yang tepat untuk Anda.

     

    BFI150303(2)

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY